Duka Itu Masih Berlanjut

Pasaman – Pasca gempa 30 September lalu hingga kini masih meninggalkan masalah, terutama bagi Kabupaten Pasaman. Musibah demi musibah yang diprediksi para ahli berkaitan langsung sebagai dampak gempa besar itu terus terjadi dan mengancam ketentraman masyarakat.

Akibat hentakan gempa yang besar, banyak bukit-bukit yang mengitari Pasaman retak hingga sering terjadi longsor. Hujan sedikit saja dalam sehari, tak pelak ada saja daerah yang mengalami longosr. Tak jalan yang putus akses dibuatnya, sawah atau ladang masyarakat yang hancur. Bagitu benarlah dampak gempa 30 September lalu yang hingga sekarang masih dirasakan.

Satu bulan terakhir sudah tak terhitung jumlahnya bukit-bukit di daerah Pasaman yang longsor. Bukit itu menimbun jalan-jalan, menyumbat aliran sungai, menerbankan badan jalan hingga lading atau sawah penduduk. Di Batang Kundur, kampung terpencil di balut bukit kabarnya ada rumah penduduk yang terkena longsoran dan hajut di sungai.

Contoh saja, satu minggu pasca gempa besa itu, beberapa bukit sepanjang jalan Kumpulan-Padang Sawah longsor. Berhari-hari lamanya akses jalan menuju Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman lumpuh. Tak ada daya atau alternative lain yang dapat dilakukan kecuali menunggu petugas dari Dinas Pekerjaan umum menyelesaikan pekerjaannya membersihkan longsoran itu. Tak hanya satu titik saja tapi ada beberapa titik.

Bukan hanya itu, sepanjang jalan Bukittinggi-Lubuk Sikaping juga tak luput dari longsoran. Ada bukit yang longsor sampai menimbun badan jalan, ada pula yang badan jalan itu benar yang terban ke jurang, berpuluh-puluh meter dalamnya. Tak hanya menganggu aktifitas lalu lintas tapi memberikan ketakutan bagi pengguna jalan untuk melewati longsoran itu.

Baru-baru ini, jalan Panti-Simpang Empat. Pasaman Barat yang putus. Warga kecamatan Dua koto yang dilalui jalan itu harus putus hubungan dengan daerah Kecamatan Panti dan sekitarnya. Bukit yang ada di sepanjang jalan lebih kurang 18 kilomter itu longsor. Lima hari lamanya, jalan itu putus total. Siang malam petugas dan alat berat bekerja membersihkan longsoran itu tapi tak kunjung sudah. Selesai yang satu titik, titik lain menyusul pula longsor, begitu seterusnya. Tak kurang dari 20 meter bukti yang ada dikawasan itu longsor. Ratusan kubik tanah dan batu menimbun badan jalan.

Masih di waktu yang sama giliran Jalan Rao-gunung Manahan yang terkena bagian. Tak hanya longsoran bukit. Tapi badan jalan berpuluh-puluh meter panjangnya terban. Akses menuju daerah itu lumpuh total, bemingggu-minggu lamanya. Dampaknya tak terelakkan, akses perekonomian langsung melonjak tinggi. Harga-harga naik lebih dari dua kali lipat di daerah itu.

Pemerintah dan petugas terkait tak bisa berbuat banyak kecuali mengerahkan segenap kemampuan untuk mengatasi masalah yang ada. Setidaknya ada lima titik longsor di kawasan itu, sebagian jalan terpaksa dialihkan ke lokasi yang baru karena jalur lama sudah jatuh kejurang.

Rumah-rumah penduduk yang retak pun hingga kini belum tersentuh perbaikan. Walau ringan dan retaknya sedikit tapi tetap mencacatkan bangunan itu dan bila dibiarkan saja akan memicu kerusakan dan melemahnya struktur bangunan itu. Jikalau nanti datang lagi musibah serupa, bukan tak mungkin bangunan-bangunan itu akan mudah roboh, yang ujung-ujngnya nanti dapat memakan korban. Atau jika tak gempa sekalipun, bukan tidak mungkin bangunan itu lambat laun akan roboh. Ibarat orang sakit bila tak diobati penyakit itu akan bertambah parah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman, Ir. Ewilda mengatakan, longsor yang sering terjadi akhir-akhir ini di Pasaman disebabkan tanah-tanah perbukitan labil akibat pergesaran kulit bumi saat gempa besar yang melanda dulu. Di perparah lagi dengan cuaca satu bulan terakhir tinggi curah hujan.

“Perbukitan itu, terkenan air hujan yang terus mengguyur menjadi lembek dan rawan longsor. Keretakan-kertakan yang terjadi akibat gempa berisi air dan akhirnya longsor,” katanya.

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengingatkan kepada seluruh masyarkat Pasaman ataupun warga luar Pasaman yang melintasi jalan daerah perbukitan agar selalu ekstra hati-hati. Sebaiknya niat perjalanan melintasi perbukitan saat hujan lebat di urungkan saja, demi menjaga keselamatan atas segala kemungkinan yang akan terjadi yang tidak bisa diprediski sebelumnya.

Warga yang tinggal di kawasan perbukitan agar selalu wasapada terhadap gejala-gejala yang setiap saat mengancam. Juga warga yang bermukim sekitar sungai atau lereng jurang. Kondisi cuaca yang sampai sekarang masih bercurah hujan tinggi mengakibatkan kondisi tanah mudah terban atau longsor.
“Segala sesuatunya itu tergantung yang maha kuasa, tapi tak ada salahnya jika kita selalu waspada terhadap segala sesuatu yang akan terjadi,” katanya.

Menyangklut beberapa infrastruktur yang rusak, baik itu jalan atau bangunan dikatakan Bupati Yusuf Lubis, saat ini ditangani secara darurat agar akses ataupun aktifitas berjalan seperti semula. Namun untuk pembangunannya secara permanen kembali akan di programkan terlebih dahulu di anggaran tahun 2010. “InsyaAllah hal itu akan menjadi prioritas kita,” ujarnya. SURYANDIKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: