Pak, Kapan Kami Merdeka???

Pasaman, Singgalang
Beginilah nasib bila tak ada listrik, lampu togok atau strongkeng menjadi alternatif. Yang canggih, bertambah canggih tapi itu tak berguna bagi mereka. Seandainya ada orang bertanya, bagaimana sih lampu listrik itu?. Masyarakat Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman akan menggelengkan kepala sambil berkata tidak tahu. Pasalnya, walau sudah menjadi kecamatan, yang namanya listrik PLN mereka belum punya.

Apalagi ditanya masalah konseleting, jelas mereka akan bertambah bingung dan melongo. Mungkin, di kecamatan ini pula akan terlihat keaslian malam hari, seperti kegelapannya, suasana hening, sayup-sayup memantik api lampu togok. Sudah lama sudut negeri itu ada, selama itu pula mereka terisolasi. Negara sudah lama merdeka, tapi belum sedetikpun merdeka itu mereka rasakan.

Kepala Dinas Pertambangan Energi Kab. Pasaman, Rorbem Tambang kepada Singgalang kemarin (16/5) mengatakan, setidaknya masih ada lima kecamatan lagi di Pasaman yang masih terisolasi dari listrik PLN. Rata-rata dari lima kecamatan itu, yang sudah dialiri lis­trik baru mencapai 50 persen.
“Khusus di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan hingga saat ini 100 persen belum ada yang dimasuki listrik PLN,” katanya.

Selain itu, di Kecamatan Mapat Tunggul hanya sekitar 20 persen yang teraliri listrik, Kec. Rao Utara masih ada 50 persen lagi yang belum, sama dengan Kec. Tigo Nagari.

Hal yang berlebih lagi ada di Kecamatan Dua Koto. Bukan saja jalan menuju daerah ini saja yang berliku-liku, kondisi perekono­mian di sanapun tak kalah seru liku-likunya. Sudahlah dikelilingi hutan lindung, yang potensi lainnyapun tak bisa tergarap dan masyarakat pinggir jalan raya saja yang bisa merasakan hidup dimalam hari oleh penerangan lampu listrik, bahkan itupun sering pudur.

Padahal, dikatakan Rorbem potensi di daerah yang hingga sekarang belum teraliri listrik ini sangat banyak sekali. Dinas Pertamban­gan Pasaman sendiri telah beberapa kali melakukan eksplorasi kedaerah-daerh itu, ternyata banyak ditemukan potensi yang bisa dijadikan pembangkit lisrtik, kalau pihak PLN mau memamfaat­kannya.

Misalnya di Kecamatan Duo Koto, beberapa waktu lalu Dinas Pertam­bangan dibantu dengan Geologi melakukan eksplorasi pada sumber mata air panas yang terletak di Pasar Cubadak, berpotensi sebagai pembangkit listrik dengan panas bumi dengan volume 50 sampai 75 mega watt, di Bonjol dengan pemamfaatan yang sama bisa membang­kitkan listrik sekitar 5 mega watt. Untuk Batang Asang bisa dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air.

“Cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk pembangkit listrik di daerah ini,” ujarnya.

Namun yang mejadi masalah, potensi hanyalah potensi, yang diolah tidak juga. Diakuinya, bukan tak berniat hendak membangun potensi yang ada itu, tapi daya yang belum ada jika hanya mengandalakna pemerintah daerah.

Pihak Pemda sendiri telah beberapa kali berusaha menyelamatkan masyarakat yang belum teraliri listrik itu melalui UPT, LSM dan juga mencari investor, hingga sekarang belum membuahkan hasil. “Kita berharap, ada pihak yang memperhatikan daerah ini, sedih kita bila mereka kita biarkan begitu saja,” tuturnya. Andika

Satu Tanggapan

  1. sebenarnya kalo pemerintah daerah terutama dinas pertambangan dan energi mau membantu masyarakat untuk mendapatkan penerangan sangat mudah sekali, daerah pasaman banyak potensi mikrohidro, yang dapat dijadikan potensi penerangan,.selagi masih ada aliran air atau irigasi maka potensi mikro hidro bisa dipakai,.hanya dengan biaya sekitar 2 juta untuk turbin celup plopeler diameter 60 maka sebuah keluarga sudah mendapat listrik sekitar 100 watt untuk ketinggian 3 meter dan debit air 5,4 liter/detik maka sudah dapat menyediakan arus 100 watt, belum lagi kalau ketinggian air lebih dari 3 meter.
    apalagi kalo pemda mau membantu menyediakan anggaran sekitar 400 juta untuk sebuah turbin open plume diameter 450 dengan debit air 740 liter/detik dengan ketinggian air 6 meter maka sebuah kampung sudah dapat penerangan listrik kapasitar 24.000 watt, dengan memanfaatkan aliran sungai atau irigasi..
    tidak sulit bukan..tetapi yang sulit adalah mewujudkan komitmen dan niat untk membantu masyarakat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: