Asal Usul Nagari Cubadak

NAGARI Cubadak Kecamatan Duo Koto adalah satu dari 32 Nagari di Kabupaten Pasaman. Nagari ini mempunyai luas wilayah 23.207 KM yang berbatasan dengan Nagari Simpang Tonang sebelah Utara, sebelah Selatan dengan Kecamatan Talamau Kab. Pasaman Barat, sebelah Timur dengan Kecamatan Panti dan Kecamatan Lubuk Sikaping, sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Gunung Tuleh.Nagari ini memiliki ciri khas tersendiri, yang tidak dimiliki oleh nagari lain. Penduduknya mayoritas Mandahiling. Bahasa yang digunakan Bahasa Mandahiling pula dengan logat terkenalnya kanen. Sementara dalam adatnya mereka memakai adat Minang Kabau. Dalam sistem perkawinan memakai adat sumando.  Hal ini sejarahnya diawali dari Pemerintahan pertama Raja Sontang beserta kaumnya di koto tinggi terletak 1,5 Km dari Ulu Sontang sekarang. Raja pertama bernama Raja Gunung Maleha di Koto Tinggi selanjutnya Raja Sipahutar, kemudian Raja Labiah dan barulah sejak itu bernama Raja Sontang.Raja-raja ini beserta kaumnya berbahasa Mandahiling dan adat istiadatnya Manjujur yaitu mengambil garis keturunan dari Bapak. Kata Sontang berasal dari kata Ontang yang berarti yang dibawa bersama-sama dan kemudian berubah menjadi kata Sontang dan rajanya pada waktu itu disebut Raja Sontang atau Raja yang disamakan. Raja Sontang disamakan dgn Raja Lelo di Sikaduduk dan berubah adat istiadat menjadi adat istiadat Minang yang disaksikan oleh utusan khusus Raja Pagaruyung yang sengaja diutus kedaerah itu. Dan merubah adat istiadat dari Manjujur keadat istiadat Minang yaitu Sumando sementara bahasanya tetap bahasa mandahiling dengan logat yang khas.Perpindahan Raja Sontang ke Cubadak dimulai setelah mendapatkan daerah temuan baru oleh pegawai raja yang bernama Sigadumbang. Bukit Sontang yang kemudian bernama Cubadak seterusnya Simpang Tonang, Silalang, Lanai Sinuangon dan lainnya. Karena wilayah baru lebih luas dari wilayah Sontang maka Tengku Raja Sontang pindah ke Cubadak. Maka jadilan Cubadak sebagai perkampungan besar, saat ini dengan jumlah penduduk 14.357 jiwa. Namun demikian Raja Sontang tetap datang ke Sontang. Saat ini yang menjabat Raja Sontang bertempat tinggal di Pasar Cubadak. Karena Cubadak merupakan daerah temuan, maka Sontang adalah daerah “Natoras” dalam bahasa Indonesia artinya yang tua.  Nagari Cubadak secara topografi merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian 600 m dari permukaan laut dengan suhu rata-rata 25 s/d 270c.Dari 14.357 jiwa penduduk terdiri dari 6.756 jiwa laki-laki, dan 7.601 jiwa perempuan dengan jumlah Kepala keluarga 3.361 KK, umumnya bekerja sebagai petani sawah, ladang dan dagang.  Dari Lubuk Sikaping Ibu Kota Kabupaten Pasaman menuju daerah ini sepanjang 56 Km dapat dilalui dengan jalan darat, waktu tempuh + 1 jam dengan kendaran roda empat dan roda dua. Kesejukan udara di nagari ini seakan membuat masyarakatnya hidup tenang berkorong berkampung. Nagari ini terkenal dengan keramah tamahan penduduknya, suka bergotong royong dan kekerabatan antara satu dengan yang lain selalu terjalin dengan baik.  Adat istiadat yang diwariskan para pendahulu nagari ini masih terus terlestarikan. Sebut saja bahasa, tetap menggunakan bahasa Mandailing dan adat perkawinan sistem Sumando.Sementara jika dilihat dari kesenian masyarakat setempat yang cukup terkenal Ronggeng, Dikia Rapano dan Silat, masih ditampilkan dan terlestarikan. Kesenian Ronggeng, Silat selalu tampil setiap ada penutupan lebaran hari raya idul fitri.  Kesenian tradisional yang selalu terlestarikan juga berimbas pada tetap terpertahankannya generasi muda setempat akan bahaya narkoba dan jenis penyakit masyarakat lainnya. Sehingga kehidupan sosial, ekonomi masyarakat di Nagari Cubadak yang dipadukan adat Mandahiling dan Minang masih berjalan dengan baik. ***

32 Tanggapan

  1. Dear all,

    Menurut saya harus dibedakan Cubadak dan Simpang Tonang. Dialek bahasanya berbeda, kata “kanen” tidak ada dalam bahasa cubadak, ada dalam bahasa Simpang Tonang. Kesenian ronggeng miliknya Simpang Tonang, bukan Cubadak. Juga “mardikior” atau kesenian lainnya. Adalah keliru mengeneralisir cultur Cubadak, Simpang Tonang, apalagi dengan sinuangon.

  2. kenapa raja sontang merubah adat manjujur menjadi adat sumando? Apakah ada hubungan kekerabatan antara raja sontang dan raja pagaruyung? mohon penjelasan bagi tahu sejarahnya.

  3. kenapa cuma asal usul sejarah cubadak saja yang dimuat,sejarah Andilan mana?kan ibukota kecamatan Dua Koto itu Andilan,apa gak perlu dibahas?

  4. Mudah2an adat dan tradisi kta sebagai “alak pangtonang” bs ttp terjaga,.. Solom tu koum2 sudena..

  5. teruskan komentari semua yang pernah ada atau sepengetahuan kita tentang adat istiadat nagari masing di minangkabau ini semog kita semua tahu tenang sejarah masing-masing nagari kito

  6. nagari cubadak y??memberi banyak arti,,selama kkn disana,,semua penduduk nya baik2 sangat..
    semoga ada perhatian pemerintah terhadap daerah tersebut,,jalan yg masih perlu diperbaiki, komunikasi yg belum lncar….
    miss u alll masyarakat cubadak

  7. bagi yang tahu sejarah masing-masing daerahnya yang ada di Dua Koto silahkan kirim ke email surya_pujangga@yahoo.com. Kita posting di blog ini, semua sama perlakuannya, cuma sekarang yang dapat baru sejarah cubadak. Sama-sama kita membangun nagari kita. regards

  8. tu dongan ta siyasrul,dakku inda unjung kaluar mon pang tonang,patut de so inda iboto ia bahaso alak na diluar pang tonang.au alak sibodak asli,piga persen do siol mu.mula ipaluhut kata2 kanen na udokon bsa mei manimbun pang tonang.na parcimburu mantong paktuo dah.teliti majolo sejarah dongan2,najolo pang tonang i dhot daerah nalain i masuk sibodak dei.

  9. au mandukung doo
    hehehehehe
    maju terus simpang “tonang”……..

  10. halo dogan sasudena mari tingkatkonma kwalytas masyarakat dua koto dan ulang mamikirkon pribadi masing2 salam parkouman tu hamu

  11. latong klub

  12. inda penting jita silsilah, na penting ita alak mandailing. sekali mandailing tetap mandailing…… horas……….. nari napenting ita majuon ampung ta…….

  13. Kalau inda sala, adat sumondo di halak Mandailing inda di Siontang sajo, tai sampe juo tu Ujung Gading dohot Paroman. Anggo hami halak Panti mandokkon tu halak Cubadak ima halak Sibodak, memang bahasana markaen-kaen. Tudia ho kaen. Memang anggo Sinuangon inda markaen-kaen halahi. Di Panti najolo nabahatan do halak Sibodak mambuka huta, tai sannari madung marbahasa minang halahi, inda tanda be nahalak Sibodak.

    • CUBADAK BUKAN SIBODAK,,TAPI SIBODAK ADALAH NANGKA,….NDA MANGARTI AU,,TLNG JOLEHKON JOLO DONGAN NEH,,,TRIMS

      • olo biarpe andilan atw silalang smo sajo de nda kan marsejarah bage lainkon di sibodak.tarsinggung non si saira pana.si lida bge bahat si lok.hidup sibodaaaaak

  14. KONGRES KEBUDAYAAN MINANGKABAU 2010
    7-8 Agustus 2010
    Balai Sidang Bung Hatta
    Bukittinggi

    Untuk informasi yang lebih lengkap mohon kunjungi
    page Kongres Kebudayaan Minangkabau
    http://www.facebook.com/KONGRES.KEBUDAYAAN.MINANGKABAU

    mohon beritahukan juga ke nagari Kajai & Nagari Sinuruik (penjelasan lebih lanjut hub Armen Zulkarnain 08126640902)

    Berikut ini kami sampaikan daftar undangan yang telah disiapkan oleh Organizing Committe Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010, yang rinciannya sedang disiapkan lebih lanjut. Saya harapkan sudah dapat dijadikan pedoman bagi para sanak yang berminat untuk menjadi peserta.

    1. Bupati/Walikota serta anggota DPRD se Sumatera Barat.

    2. Perwakilan dari Nagari se Sumatera Barat dengan 2 utusan dari masing-masing nagari.

    3. Perwakilan Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, serta Pemuda Sumatera Barat.

    4. Tokoh-tokoh terkemuka Masyarakat Minangkabau.

    5. Perwakilan Organisasi Minang di Perantauan tingkat Badan Koordinasi/Ikatan Keluarga Minangkabau.

    6. Civitas Academica Perguruan Tinggi.

    7. Pengurus Gebu Minang, selaku panitia.

    8. Pemerhati Kebudayaan Minangkabau dalam dan luar negeri.

    Jumlah perwakilan dari nagari adalah sebanyak 2 orang untuk masing-masing nagari se Sumatera Barat yang mewakili lima unsur, yaitu Tungku Tigo Sajarangan , Bundo kanduang, dan Pemuda Nagari.

    Mohon kabari dunsanak/wali nagari di kampung halaman agar limbago adat nagari dapat bermusyawarah terlebih dahulu untuk membahas materi KKM 2010 & menunjuk 2 utusan dari perwakilan nagari masing-masing yang disertai mandat tertulis dari limbago adat nagari.

    KKM 2010 memusatkan perhatian pada empat hal, yaitu :
    1. Penjernihan dan pengukuhan ajaran ABS SBK serta membentuk lembaga yg akan menindaklanjutinya,
    2. Pembangunan ekonomi nagari,
    3. Membangun kembali semangat maritim.
    4. Kesadaran masalah kebencanaan alam.

    Dengan kata lain KKM 2010 mencoba merancang Grand Design (Program Jangka Panjang) Minangkabau di masa yang akan datang dalam kerangka NKRI.

    Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin.

    Saafroedin Bahar
    Ketua Steering Committee.

    bahan-bahan kongres :

    http://www.box.net/shared/4bpjgustn2

    http://www.box.net/shared/r68me83092

    http://www.box.net/shared/fui9qg25vf

    http://www.box.net/shared/02gsqtm24j

    http://www.box.net/shared/sj5smf505a

    http://www.box.net/shared/o78r94c0g0

    http://www.box.net/shared/3mfon2tpcc

    http://www.box.net/shared/j8qzlmyu3k

    http://www.box.net/shared/2v4lfxoftt

    http://www.box.net/shared/07b582csg7

    http://www.box.net/shared/jer8t1aj1v

  15. rap ita pkirkon sajo ma DUO KOTO i..

  16. hidup andilan………..
    hehehehehee……..

  17. Sonjia carona manjadion Perbedaan Sibodak dot Simp.Tonang manjadi suatu Kesamaan na membangun silaturrahmi antara dua-dua na ?

    Sonjia carona so ulag adong perbedaan kenagarian i ?

  18. aku sanagt bangga dengan nagari cubadak, tinggal lagi kekurangannya, seharusnya disitu sudah ada tower karna disana jalan lintas, ini tidak, nyatanya disimpang tonang dibikin padahal disana masih kolot

  19. silalang dot andilan nda kan mar sejarah bge kaneeen loook.hidup sibodaaaaak

  20. oloooooooo lok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: