<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bersama Kita Bisa Sodumpang Siholta</title>
	<atom:link href="http://duakoto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duakoto.wordpress.com</link>
	<description>Web Komunitas Dua Koto</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Aug 2008 06:20:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='duakoto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ff548fc578fc6730d474a4b3ad219ae?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bersama Kita Bisa Sodumpang Siholta</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Rehat Kopi: Hanya Sebuah Cerita</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/08/13/rehat-kopi-hanya-sebuah-cerita/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/08/13/rehat-kopi-hanya-sebuah-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 06:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang pendekar wanita, Butet.
Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.
Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=35&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang pendekar wanita, Butet.<br />
Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.</p>
<p class="MsoNormal">Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan gayanya yang Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.<span id="more-35"></span></p>
<p class="MsoNormal">Naibaho ikan gurame yang dibakar dengan Batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan kesana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan. Kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa di antaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam.</p>
<p>Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar &#8220;Wow, Siregar sekali hawanya&#8221; katanya, berbeda dengan kampungnya yang Panggabean. Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang semuanya Singarimbun.</p>
<p class="MsoNormal">Tampak di seberang, lautan dan ikan Lumban-lumban. Terbawa suasana, mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukannya hanyalah bekas kolam ikan yang akan di-Hutauruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya, dia memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiur melambai kayak di pantai. Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar. &#8220;Sinaga!&#8221; teriaknya ketakutan sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis</p>
<p>Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia harus Togar. Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan pengobatan.</p>
<p>Tabib tergopoh-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya harus di-Panjaitan. &#8220;Hm, biayanya Pangaribuan&#8221; kata sang tabib setelah memeriksa sejenak. &#8220;Itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?&#8221; tawar si Butet. &#8220;Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil&#8221;. &#8220;Jangan begitulah. Masa&#8217; tidak Siahaan melihat bibir saya begini?&#8221; Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan ? &#8220;Baiklah, tapi pakai jarum yang Sitompul saja&#8221; sahut sang mantri agak kesal. &#8220;Cepatlah! Aku sudah hamper Munthe. Saragih sedikit tidak apa-apalah&#8221;.</p>
<p>Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-Bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di semak-semak dan tiba-tiba berbunyi &#8220;Poltak!&#8221; keras sekali. &#8220;Ada Situmorang?&#8221; tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan. Terdengar suara pelan, &#8220;Situmeang&#8221;. &#8220;Sialan, cuma kucing&#8230;&#8221; desahnya lega.</p>
<p class="MsoNormal">Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen.<span> </span>Selesai berlatih, Butet pun is tirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat.</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Keesokan harinya, Butet kembali ke Pandapotan. Di depan ruang ujian dia membaca tulisan: &#8220;Harahap tenang! Ada ujian. &#8220;Wah telat, emang udah jam Silaban sih&#8221;. Maka Siboro &#8211; boro dia masuk ke ruangan sambil menyanyi-nyanyi. Di Tigorlah dia sama gurunya &#8221; Butet, kau jangan Siringo-ringo ribut ! bikin kacau konsentrasi temanmu ! Butet, dengan tanpa Malau &#8211; Malau langsung Sijabat tangan gurunnya, &#8220;Nggak Pakpakhan guru,sekali-sekali ?!&#8221;. Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejangan guru Pandapotan-nya untuk selalu, &#8220;Simanjuntak gentar, Sinambela yang benar!.****</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=35&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/08/13/rehat-kopi-hanya-sebuah-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batak kah Mandailing Itu&#8230;.????</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/07/21/batak-kah-mandailing-itu/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/07/21/batak-kah-mandailing-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 16:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sejarah yang mengatakan Mandailing bukan Batak, tetapi banyak pula orang Batak yang menyanggahnya. Mereka gotot Mandailing merupakan sub bagian dari Batak.
LALU BAGAIMANA DENGAN ANDA, MANA MENURUT ANDA YANG BENAR. BATAK ATAU TIDAKKAH MANDAILING ITU????, SEBAGAI ORANG MANDAILING KITA HARUS PUNYA IDENTITAS JANGAN MAU DI PLESETKAN. 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=32&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Banyak sejarah yang mengatakan Mandailing bukan Batak, tetapi banyak pula orang Batak yang menyanggahnya. Mereka gotot Mandailing merupakan sub bagian dari Batak.</strong></p>
<p><em><strong>LALU BAGAIMANA DENGAN ANDA, MANA MENURUT ANDA YANG BENAR. BATAK ATAU TIDAKKAH MANDAILING ITU????, SEBAGAI ORANG MANDAILING KITA HARUS PUNYA IDENTITAS JANGAN MAU DI PLESETKAN. </strong></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=32&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/07/21/batak-kah-mandailing-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Kabupaten Pasaman Berbasis Industri Kecil dan Menengah</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/06/13/membangun-kabupaten-pasaman-berbasis-industri-kecil-dan-menengah/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/06/13/membangun-kabupaten-pasaman-berbasis-industri-kecil-dan-menengah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 10:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Juardi Lubis.ST *)
Seperti kita ketahui, Kabupaten Pasaman adalah salah satu daerah otonomi di Propinsi Sumatera Barat dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi. Kabupaten Pasaman beriklim tropis basah, dengan suhu berkisar 20 C &#8211; 31 C, curah hujan rata-rata adalah sebesar 3.102 mm/tahun dan jumlah hari hujan rata-rata 142 hari dalam setahun. Sebagian besar daerah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=29&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"><strong>Oleh : Juardi Lubis.ST *)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Seperti kita ketahui, Kabupaten Pasaman adalah salah satu daerah otonomi di Propinsi Sumatera Barat dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi. Kabupaten Pasaman beriklim tropis basah, dengan suhu berkisar 20 C &#8211; 31 C, curah hujan rata-rata adalah sebesar 3.102 mm/tahun dan jumlah hari hujan rata-rata 142 hari dalam setahun. Sebagian besar daerah ini ( 82) berupa hutan lindung, selebihnya berupa lahan produktif (18%). Tata guna hutan berdasarkan surat keputusan Menteri Pertanian No. 683. tahun 1982 ditetapkan hutan PPA seluas 40.787 hektar, hutan lindung seluas 218.480 hektar, hutan produksi seluas 76.313 hektar hutan konversi seluas 94.141 hektar dan lain-lain seluas 275.383 hektar. Namun kabupaten pasaman adalah salah satu daerah dengan kandungan sumberdaya alam yang sangat banyak,mulai dari potensi tambang yag tersebar di hampir seluruh kecamatan akan tetapi berada dalam hutan lindung yang dilarang untuk dieksplorasi namun terdapat juga sumberdaya alam hayati seperti minyak jilam, gambir, pisang, salak dan juga kakao, yang kalau dikembangkan dengan tepat akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</span><span id="more-29"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Tingkat pengangguran yang cukup tinggi akan menjadi suatu kendala dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena dari segi topograpi Kabupaten Pasaman sangat tidak menarik bagi investor untuk menanamkan investasinya di bidang manufacture. Investor hanya tertarik pada investasi di bidang pertambangan, yang hanya akan menyerap tenaga kerja yang terdidik dan segelintir masyarakat yang punya pendidikan rendah. Pertanyaannya adalah mau dikemanakan para pengangguran lainnya yang tersebar diseluruh kecamatan yang ada di kabupaten pasaman, dengan tingkat pendidikan hanya tamat SMP dan SMA bahkan ada yang tamat Perguruan Tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Berdasarkan hal tersebut maka penulis memberikan suatu solusi untuk membangun Kabupaten Pasaman yang berbasis industri kecil menengah dengan cara menumbuh kembangkan industri kecil dan menengah berdasarkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang<span> </span>ada sesuai dengan Visi Kabupaten Pasaman sebagaimana yang tertuang dalam RPJM Kabupaten Pasaman Tahun 2006-2010 adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">” Terwujudnya Masyarakat Yang Sejahtera Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Yang Ada, Melalui Penyelenggaraan Pemerintah Yang Baik”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Sektor industri kecil dan menengah adalah salah satu cara untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada, karena sektor ini relatif tidak perlu harus punya pendidikan yang tinggi tetapi yang penting adalah keuletan dan kegigihan dalam membuka usaha, sebagai ilustrasi bisa digambarkan sebagai berikut : sebuah industri kecil pembuatan kacang tojin akan membutuhkan seorang tenaga kerja untuk memasak, membuat bumbu dan membungkus kacang tojin tersebut sampai bisa dipasarkan, maka industri kacang tojin tersebut membutuhkan 2 orang tenaga kerja selain pemilik yang juga sekaligus pekerja. Dari ilustrasi diatas tersebut sudah bisa mengurangi pengangguran 3 orang di Kabupaten Pasaman bayangkan kalau ada puluhan industri kecil yang bisa dikembangkan dalam satu tahun maka ratusan pengangguran akan berkurang. Industri kecil di Kabupaten Pasaman sangat potensial sekali untuk dikembangkan, karena didukung oleh potensi hasil bumi terutama pada sektor agro industri dan prospek pemasaran yang dekat dengan Bukittinggi dan Pekanbaru.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengembangkan industri kecil dan menengah di Kabupaten Pasaman, antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">1.<span> </span>Pemetaan potensi daerah di setiap kecamatan atau nagari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Pemetaan potensi daerah ini sangat penting sekali karena akan berfungsi sebagai langkah awal untuk menentukan unit usaha apa saja yang dapat dikembangkan dalam suatu daerah dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku sehingga apabila unit usaha yang akan dikembangkan bisa terjaimn kontiniutas produksinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">2.<span> </span>Pemetaanan tingkat pendidikan dan kemampuan berusaha masyarakat di setiap nagari/kecamatan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Tingkat pendidikan juga menentukan dalam kelangsungan usaha yang akan dikembangkan, dalam hal ini<span> </span>untuk di Kabupaten Pasaman pengangguran<span> </span>yang ada umumnya adalah tamatan SMP dan SMA. Kenapa tingkat pendidikan juga penting karena dalam mengelola usaha dibutuhkan pemikiran dan inovasi untuk dapat menjalankan usaha tersebut, memang pada umumnya pengusaha IKM yang ada sekarang rata-rata adalah tamat SD sehingga usaha tersebut tidak mengalami kemajuan yang berarti, hanya sekedar memanuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa ada keinginan untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">3.<span> </span>Melakukan seleksi terhadap masyarakat pengangguran yang mempunyai minat atau Motivasi untuk membuka usaha</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Seleksi minat/motivasi usaha ini diperlukan supaya nanti usaha yang akan dikembangkan tidak gagal atau hancur karena yang bersangkutan tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk dapat mengembangkan usaha tersebut. Motivasi sangat memegang peranan yang tinggi dalam kesuksesan usaha, orang yang mempunyai motivasi tinggi akan mampu menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam menjalankan usaha dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">4.<span> </span>Memberikan pelatihan yang dapat menopang kelanjutan usaha yang akan di kembangkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Sebagai calaon wirausaha baru<span> </span>yang masih buta<span> </span>bagaimana mengelola suatu usaha harus di berikan pelatihan-palatihan yang spesifik dan terarah. Sehingga dengan pelatihan yang diberikan akan terbuka wawasan dan menumbuhkan motivasi yang kuat untuk memulai suatu usaha baru, beberapa pelatihan dan bimbingan yang dapat diberikan, antara lain ;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">a.<span> </span>AMT ( Achievement Motivation Training )/Pelatihan Motivasi Berprestasi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">b.<span> </span>Pelatihan Kewirausahaan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">c.<span> </span>Pelatihan proses produksi atau jenis usaha yang akan dikembangkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">d.<span> </span>Pelatihan pembukuan/akuntansi dan manajemen</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">e.<span> </span>Bimbingan dalam hal sistem kerja 5 K ( kerapihan,keteraturan, kebersihan, ketaatan dan kedisiplinan)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">5.<span> </span>Memberikan bantuan mesin/modal awal untuk memulai usaha</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Bantuan ini sangat penting, karena untuk memulai suatu usaha baru diperlukan modal yang lumayan besar, dalam hal ini peran pemerintah daerah sangat penting karena sebagia pengangguran, mereka tidak mempunyaai modal untuk memulai usaha tersebut, oleh karena itu faktor pendidikan dan minat atau motivasi usaha yang sudah dibahas diatas menjadi sangat penting. Sehingga modal yang dipinjamkan tersebut dapat dikelola dengan baik dan pada saatnya nanti dapat dilkembalikan kepada pemerintah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">6.<span> </span>Melakukan dampingan terhadap usaha yang akan dikembangkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Pendampingan terhadap calon wirausaha baru memegang peranan yang sangat signifikan dalam menentukan maju atau mundurnya usaha yang dikelola oleh wirausaha baru yang telah dilatih dan diberikan modal tersebut. Akan banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh wirausaha baru tersebut yang dia sendiri tidak dapat menyelesaikan atau mencari solusinya. Maka dalam keadaan seperti ini peran tenaga pendamping akan sangat diperlukan. Seorang pendamping harus bisa mencarikan solusi yang baik terhadap masalah yang dihadapi oleh calon wirausaha baru tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">Dengan melakukan pembangunan di bidang industri kecil dana menengah maka diharapkan pengangguran di Kabupaten Pasaman bisa berkurang dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga kemkmuran dan kesejahteraan yang kita cita-citakan dapat tercapai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;">*) Penulis adalah mahasiswa Magister Sistem Teknik , Kosentrasi Teknologi Industri Kecil dan Menengah , Fakultas Teknik<span> </span>Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Staf Dinas Perindustrian Perdagangan Koparasi dan UKM Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dan Konsultan Diagnosis Industri Kecil Menengah</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=29&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/06/13/membangun-kabupaten-pasaman-berbasis-industri-kecil-dan-menengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Mandailing</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/25/sejarah-mandailing/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/25/sejarah-mandailing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 14:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin, kalo kita orang asli mandailing  sudah pernah membaca asal usul Mandailing, tidak akan pernah setuju jika Mandiling dikatakan sub suku Batak. Tidak ada  sejarahnya yang mengatakan Mandailing pecahan dari suku Batak. Kecuali tulisan iseng dan ingin ingin menjadi tuannya Mandailing. Berikut saya lampirkan beberapa tulisan yang dikutip dari beberapa buku Sejarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=28&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>S</strong>aya yakin, kalo kita orang asli mandailing  sudah pernah membaca asal usul Mandailing, tidak akan pernah setuju jika Mandiling dikatakan sub suku Batak. Tidak ada  sejarahnya yang mengatakan Mandailing pecahan dari suku Batak. Kecuali tulisan iseng dan ingin ingin menjadi tuannya Mandailing. Berikut saya lampirkan beberapa tulisan yang dikutip dari beberapa buku Sejarah Mandailing dan juga tulisan yang pernah dimuat beberapa situs seperti <a href="http://rahimtahir.tripod.com/id9.html" target="_blank">http://rahimtahir.tripod.com/id9.html</a> yang juga membahas sejarah Mandailing.<span id="more-28"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong>SEJARAH MANDAILING</strong></p>
<p class="MsoNormal"><em><strong><span> </span>(Petikan dari Buku Cenderamata Lembaga Adat Mandailing Malaysia)</strong></em>. Orang Mandailing diriwayatkan berasal dari Munda yaitu sebuah daerah di India Tengah. Mereka telah berpindah-pindah pada abad-ke 6, karena terpukul dengan serangan<span> </span>bangsa Arayan dari Irak yang meluaskan pengaruh mereka. Setelah melintasi Gunung Himalaya mereka menetap sebentar di Mandalay, yaitu ibu negara Burma purba. Besar kemungkinan nama Mandalay itu sendiri datangnya dari perkataan Mandailing yang mengikuti logat Burma.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sekali lagi mereka terpaksa bepindah karena pergolakan suku kaum di Burma yang sering berperang. Pada waktu itu mereka melintasi Selat Malaka , yang pada masa itu bukan merupakan suatu lautan yang besar, sangat dimaklumi bahwa pada masa itu dibagian tertentu Semenanjung Tanah Melayu dan Sumatera hanya di pisahkan oleh selat kecil saja.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Kaum Munda telah berjaya menyeberangi laut kecil tersebut dan mendirikan sebuah kerajaan di Batang Pane, Portibi, diduga peristiwa ini terjadi di akhir abad ke – 6.<span> </span>Kerajaan Munda Holing di Portibi ini telah menjadi mashur dan meluaskan wilayah taklukannya hingga kesebahagian besar pantai Sumatera dan Tanah Melayu. Keadaan ini menimbulkan kemarahan kepada Maharaja Rajenderacola lalu beliau menyerang kerajaan Munda Holing dan negara<span> </span>pantai lainnyadi abad ke-9.<span> </span>Tenteara kerajaan Munda Holing yang di pimpin oleh Raja Odap-Odap telah ditewaskan oleh Rajenderacola dan berkuasa di seluruh daerah Batang Pane. Tunangannya Borudeakparujar telah melintasi Dolok Maela (sempena Himalaya yang didaki oleh nenek moyangnya) dengan menggenggam segumpal tanah di Portibi untuk menempah satu kerajaan baru (Menempah banua).</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Kerajaan kedua di Sumatera di didirikan di Pidoli Dolok di kenali sebagai kerajaan Mandala Holing artinya kawasan orang-orang Keling. Pada masa itu mereka masih beragama Hindu memuja Dewa Siva.<span> </span>Di abad ke 13, Kerajaan Majapahit telah menyerang ke Lamuri, Padang Pariaman dan Mandailing. Sekali lagi kerajaan Mandala Holing ini telah di bumi hangus dan hancur.<span> </span>Penduduk yang tidak dapat di tawan telah lari kehutan dan bercampur-gaul dengan penduduk asli. Lalu terbentuklah Marga Pulungan artinya yang di kutip-kutip. Di abad ke-14 dan ke 15, Marga Pulungan telah<span> </span>mendirikan tiga buah Bagas Godang di atas tiga puncak Bukit namun kerajaan tersebut bukan lagi sebuah kerajaan yang besar, hanya merupakan kerajaan kampung.</p>
<p class="MsoNormal">Di pertengah abad ke-14, terdapat legenda tiga anak Yang Dipertuan Pagar Ruyung yang bernama Betara Sinomba, Putri Langgoni dan yang bungsunya Betara Gorga Pinanyungan yang mendirikan dua buah kerajaan baru.Betara Sinomba telah di usir oleh Yang Dipertuan dari Pagar Ruyung karena kesalahan bermula dengan adiknya Putri Langgoni. Kedua beradik tersebut berserta pengikutnya telah merantau dan mendirikan kerajaan di Kota Pinang. Yang di Pertuan Kota Pinang inilah yang menurunkan raja-raja ke Kota Raja, Bilah, Kampung Raja dan Jambi.</p>
<p class="MsoNormal">Adiknya Betara Gorga Pinanyungan di dapati bersalah belaku adil dengan sepupu sebelah ibunya yaitu Putri Rumandang Bulan. Oleh kerana tidak ada lagi pewaris takhta makanya putri tersebut ditunangkan dengan Raja Gayo.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Sewaktu Putri Rumandang Bulan di bawa pergi ke Gayo beliau telah membawa satu tandan pinang masak lalu ditanamnya sebiji pinang tersebut pada setiap kali rombongan tersebut behenti hinggalah sampai di tebing sebatang sungai.<span> </span>Di tebing sungei itu baginda telah melahirkan seorang anak laki-laki yang gagah dan perkasa. Ketika rombongan tersebut ingin meneruskan perjalanannya ke Gayo maka datanglah<span> </span>petir dan guntur yang amat dasyat hingga kemah mereka tidak dapat di buka. Begitulah keadaannya sehingga tujuh kali percobaan. Akhirnya seorang Datu telah memberitahu bahawa anak tersebut hendaklah ditinggalkan di atas batu di bawah pohon sena tempat ia dilahirkan kerana putera tersebut akan menjadi seorang raja yang besar di situ.</p>
<p class="MsoNormal">Putri Rumandang Bulan enggan puteranya ditinggalkan karena dia ingin mati bersama anaknya, apabila Raja Gayo kelak mendapati bahwa dia bukan lagi perawan. Di dalam keadaan tersebut tepancarlah pelangi maka menitilah tujuh orang bunian di ikuti oleh Dewa Mangala Bulan dari Kayangan. Puteri tersebut di simpan kedalam sungai berdekatan lalu bermandikan dengan bunga-bunga sena yang sedang berkembang. Apabila keluar dari sungai tersebut di dapati perut-perut yang menandakan baginda telah melahirkan tidak lagi kelihatan. Maka nama sungai tersebut di kenali sebagai &#8220;Aek Batang Gadis&#8221; artinya, air sungai yang memulihkan gadis/perawan.</p>
<p class="MsoNormal">Anak yang ditinggalkan di bawah pohon sena tersebut telah di temui oleh rombongan Sultan Pulungan yang sedang memburu, lalu dipunggutnya. Anak yang dibesarkan di dalam kandang di bawah rumah tersebut akhirnya telah berhasil melarikan diri dan mendirikan sebuah kerajaan dan kemudiannya mengalahkan Sultan Pulungan. Anak tersebut yang di kenali sebagai Sibaroar yaitu kandang di bawah rumah akhirnya menjadi raja besar di Penyabungan.<span> </span>Oleh karena raja di Penyabungan yang tersembunyi diketahui orang akan ibunya maka dipanggilah kerajaannya sebagai kerajaan &#8220;MANDE NAN HILANG&#8221;, pendeknya Mandailing atau pun Mandehilang. Beliau juga adalah pengasas/penegak Marga Nasution., artinya orang sakti.</p>
<p class="MsoNormal">Ketika cerita kebesaran Sibaroar yang di gelar Sutan Diaru tersebar jauh ke Pagar Ruyung maka Yang Dipertuan Pagar Ruyung pun terkenang akan Putri Rumandang Bulan yang hamil di bawa ke Gayo. Baginda dan pengiringnya pun berangkatlah mengikuti pohon-pohon pinang yang telah di tanam oleh bekas kekasihnya itu hingga sampailah di tepi sungei yang di namakan &#8220;Aek Batang Gadis&#8221; lalu di bawa mengadap kepada Sutan Diaru di penyabungan.</p>
<p class="MsoNormal">Setelah panjang lebar bercerita lalu pengasuh yang bernama Sisauwa telah menunjukkan kain sutera kuning pinang masak yang membalut Sutan Diaru sewaktu baginda dijumpai di bawah pohon sena di Aik Batang Gadis berserta aguk yang dikalungkan oleh ibunya Putri Rumandang Bulan. Maka ketahuanlah akan Yang Di Pertuan Pagar Ruyung, bahwa Raja Sutan Penyabungan tersebut adalah anaknya. Seluruh isi negeri bersukaria dan Sutan Diaru pun di tabalkan secara rasmi sebagai Raja Penyabungan. Pada masa yang sama juga utusan dari Kota Pinang telah datang ke Penyabungan untuk mengundang Yang Dipertuan Pagar Ruyung kesana untuk bertemu kekandanya yang telah lama tidak berjumpa. Lalu kata Yang Dipertuan, &#8220;Beta tetap akan mengunjungi kekanda beta di Kota Pinang.&#8221; Maka itu pada hari ini Kota Pinang di kenali sebagai Tanah Abang, dan Penyabungan di kenali sebagai Tanah Adik, sempena peristiwa Betara Sinomba mengundang adiknya Betara Gorga Pinanyungan di Penyabungan supaya baginda datang ke Kota Pinang walaupun adiknya mempunyai kerajaan yang lebih besar di Pagar Ruyung.</p>
<p class="MsoNormal">Kerajaan Sibaroar @ Sutan Diaru di Penuyabungan akhirnya bekembang luas menguasai seluruh Mandailing Godang yang sangat subur tanahnya.</p>
<p class="MsoNormal">Diabad ke-19 yaitu sekitar 1916, Tentera Paderi di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol telah mengutuskan Raja Gadumbang Porang atau lebih di kenali sebagai Tuanku Mandailing untuk mengislamkan Tanah Mandailing. Tentera Paderi telah masuk ke Mandailing melalui Muara Sipongi dan menakluki Penyambungan pada awal 1816. Kemudiannya Belanda pula memasuki Mandailing sekitar 1835, ini telah mengakibatkan banyak dari raja-raja Mandailing yang menentang dan terpaksa mundur dan menyeberangi Selat Melaka dan terus menetap di Tanah Melayu.</p>
<p class="MsoNormal">Orang-orang Mandailing<span> </span>bekas panglima tentera paderi telah memainkan peranan penting di dalam perjalanan sejarah di Tanah Melayu iaitu Tanah Pelarian. Nama seperti Tuanku Tambusai, Raja Asal, Raja Laut dan Sutan Naposo tercatat di dalam sejarah pergolakan perang saudara di Pahang dan Selangor.</p>
<p class="MsoNormal">Perpindahan orang Mandailing bermula sejak lama, diantaranya adalah disebabkan perselisihan faham keluarga, menjae atau merajuk, kalah perang atau pelarian atau buruan kerana berbagai kesalahan adat atau hukum. Kejatuhan Penyabungan ketangan Tentera Paderi 1816 dan gerakan mengislamkan Tanah Mandailing berikutnya. Ada diantaranya di hantar ke Semenanjung. Namun perpindahan yang paling ketara bermula sejak<span> </span>beramai-ramai sebagai budak/abdi dan ada di antaranya melarikan diri bersama keluarga mereka untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman.</p>
<p class="MsoNormal">Serangan Raja Gadumbang Porang atau Tuanku Mandailing dengan tentera paderi tidaklah begitu menekan tetapi apabila Tuanku Lelo bertubi-tubi menyerang Penyabungan dan memburu yang Dipertuan Huta Siantar bersama pengikutnya; pembunuhan beramai-ramai telah memaksa sebahagian besar penduduk Mandailing melarikan diri ke Tanah Melayu, sekitar tahun 1816 – 1832. Ada pula di antara raja-raja Mandailing yang mengikut tentera Paderi seperti Patuan Maga, Baginda Sidursat dan lain-lainnya telah menentang Tuanku Lelo. Di bawah pimpinan Tuanku Mandailing beberapa orang panglima perang paderi akhirnya menyerang Kubu Tuanku Lelo di Padang Sidempuan dan menewaskannya. Salah seorang anak raja Mandailing bernama Jahurlang yang bergelar Tuanku Bosi yaitu anak kepada Patuan Maga telah menyertai Tuanku Imam Bonjol sebelum jatuhnya benteng Padang Sidempuan. Beliau diamanahkan oleh Tuanku Imam Bonjol untuk menjaga Bentang Bonjol pada tahun 1837 – sewaktu beliau berunding dengan Belanda.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Jahurlang atau Tuanku Bosi diberikan pedang Al-malik kepunyaan Tuanku Rao yang terkurban di Air Bagis sebagai tanda mengambil alih pimpinan di Bonjol. Malang sekali Bentang Bonjol tidak dapat dipertahankan kerana kekuatan tentera Belanda, akhirnya Tuanku Bosi dengan pengikutnya tepaksa mundur ke Benteng Dalu Dalu.</p>
<p class="MsoNormal">Melihat pedang Al-Malik di tangan Tuanku Bosi, maka Tuanku Tambusai telah merencanakan pengunduran beliau bersama pengikutnya dan Benteng Dalu Dalu diserahkan kepada Tuanku Bosi. Tuanku Tambusai dengan diiringi oleh Tuanku Raja Asal, Abdullah Zawawi (anak kepada Tuanku Bosi) yang kemudiannya di kenali sebagai Raja Laut berundur bersama pengikut mereka ke Tanah Melayu.<span> </span>Benteng Dalu-Dalu jatuh ketangan Belanda pada 1838. Tuanku Bosi turut terkurban setelah mendapat luka-luka parah di dalam pertempuran tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Tuanku Tambusai, Raja Asal dan Raja Laut mendarat di Melaka dan pergi ke Lukut mencari tempat tinggal. Tidak lama kemudian Raja Laut diperintahkan kembali ke Sumatera untuk mencari saki baki tentera paderi bagi mengatur serangan balas terhadap Belanda. Raja Asal meninggalkan Lukut kerana terdapat sedikit kekecuhan di sana, beliau pergi ke Kelang membuka Lombong Bijih Timah sekitar tahun 1843. Tuanku Tambusai mencari tempat tinggal yang terpencil di Negeri Sembilan dan menetap di sana.<span> </span>Raja laut berulang alik antara Sumatera dan Tanah Melayu sambil menyerang kapal-kapal dagang Belanda, Inggeris, Cina dan India yang melintasi Selat melaka. Maka itu beliau di sebut Raja Laut.</p>
<p class="MsoNormal">Sekitar tahun 1850, Raja Asal telah meinggalkan Kelang dan berjijrah ke Pahang bersama-sama pengikutnya. Di Pahang Raja Asal telah melibatkan diri di dalam perusahaan melombong bijih timah dan berjual beli bijih timah.<span> </span>Raja Asal telah dapat menembusi istana Bendahara Tun Ali dan bersahabat baik dengan keluarga pembesar di Pahang. Beliau bersahabat baik dengan Tun Mutahir anak Tun Ali. Tun Ali mangkat pada tahun 1857. Raja Asal telah berkahwin dengan Wan Putih atau dalam bahasa Mandailing di panggil Siputeh.</p>
<p class="MsoNormal">Perang saudara di Pahang belaku pada tahun 1857 – 1863, Raja Asal terlibat di dalam perang tersebut kerana berkahwin dengan keluarga Tun Mutahir yang menjadi Bendahara Pahang yang baru.<span> </span>Perang saudara tersebut di menangi oleh Wan Ahmad iaitu adik kepada Tun Mutahir. Sewaktu luka parah Tun Mutahir telah berundur bersama anak-anaknya Wa Da dan Wan Aman serta Raja Asal kesempadan Negeri Selangor. Wan Putih telah di jemput oleh hamba Raja Asal bernama ‘Sipuntung’, lalu di bawa ke Selangor.<span> </span>Di Selangor Raja Asal kembali menjalankan usaha membeli dan menjual bijih timah. Dana Paderi yang diamanahkan kepadanya dilaburkan sekali lagi untuk membiayai saki-baki tentera Paderi yang menjadi pengikutnya. Oleh itu beliau sentiasa berhubung dengan Raja Laut yang diutuskan untuk mengumpulkan saki-baki tentera Paderi di Sumatera. Tuanku Tambusai yang sudah uzur tidak lagi memainkan peranan penting untuk memulihkan semula kekuatan Paderi di Sumatera.</p>
<p class="MsoNormal">Apabila Tuanku Raja Asal mengambil keputusan untuk menyokong Raja Mahadi di dalam Perang Kelang untuk menentang Raja Abdullah (dalam tahun 1866) maka beliau telah menghubungi Raja Laut untuk mendapat bantuan bekas tentera Paderi di dalam peperangan tersebut.<span> </span>Sewaktu Kelang jatuh dan kemudiannya Kuala Lumpur turut jatuh kerangan orang-orang Mandailing, Raja Asal telah memerintahkan hambanya Sipuntung untuk membunuh Dato’ Bandar Yassih yang berketurunan Bugis kerana banyak menindas dan menyeksa orang-oranag Mandailing.</p>
<p class="MsoNormal">Campurtangan Tengku Kudin sebagai wakil Sultan Abdul Samad yang memerintah Selangor mulai 26hb. June, 1868, telah mengubahkan suasana politik di Selangor. Tengku Kudin mendapat bantuan dan sokongan dari nggeris.<span> </span>Walaupun pada mulanya Raja Asal, Sutan Na Poso dan kapitan Yap Ah Loy bersahabat baik tetapi pada tahun 1871 mereka berselisih faham dengan Yap Ah Loy atas urusan perniagaan bijih timah.</p>
<p class="MsoNormal">Pada bulan Mei 1872, Raja Asal bersama Raja Laut telah membawa angkatan perang mereka untuk menyerang Kuala Lumpur. Mereka telah berkubu di Petaling Batu, iaitu di Jalan Cheras sekarang, bersama lebih kurang 2,000 orang bekas tentera Paderi dari Sumatera. Satu pertempuran telah berlaku diantara pasukan Raja Asal/Raja Laut dengan pasukan Kapitan Yap ah Loy yang di bantu oleh Kapten Van Hagen dan Kapten Cavalier yang akhirnya mengalami kekalahan teruk di mana seramai 730 tentera mereka telah terkurban. Kejayaan Raja Asal dan Raja Laut merebut Kuala Lumpur dari Kapitan Yap Ah Loy dan sekutunya telah mendesak Tengku Kudin meminta bantuan tentera dari Pahang dan Pulau Pinang. Pada pertengahan tahun 1872 Pahang telah bersubahat dengan Tengku Kudin untuk mengalahkan Raja Asal yang di sokong oleh orang-orang Mandailing, Rawa (Rao), Batubara dan orang Minangkabau yang merupakan saki-baki tentera Paderi, Raja Asal tersebut bergelar Tuanku Raja Asal – bukanlah bererti beliau itu Raja yang memerintah tanah Mandailing, gelaran Tuanku itu adalah gelaran Panglima Tetera Paderi. Raja di Tanah Mandailing dipanggil Baginda, bukannya Tuanku.</p>
<p class="MsoNormal">Pada akhir 1872, tentera Pahang telah menyerang kubu Raja Asal di Ulu Kelang. Tentera Pahang yang di pimpin oleh Imam Perang Raja Rosu (Tok Gajah) telah ditewaskan oleh tentera Raja Asal yang di pimpin oleh Panglima dari Mandailing bernama Jabarumun, yang berkubu di Ulu Kelang. Isteri Raja Asal yang benama Wan Putih (Siputih), bersama orang-orang Telu gigih pula mempertahankan satu lagi kubu Raja Asal yang kini tempatnya dikenali sebagai Siputeh, sempena nama beliau yang dikagumi oleh orang-orang Mandailing.</p>
<p class="MsoNormal">Pada bulan Mac, 1873, sekali lagi Raja Rosu bersama tentera dari Pahang menyerang Ulu Kelang dengan kelengkapan yang lebih hebat, oleh kerana bantuan yang dinantikan dari Raja Laut tidak dapat mendarat di Kelang maka mereka telah mendarat di Teluk Mak Intan, maka kubu Raja Asal pun jatuhlan ketangan orang Pahang. Raja Laut bersama lebih kurang 1,000 orang Batak yang baru di Islamkan telah mendarat di satu kawasan yang kini di kenali sebagai Batak Rabit kerana telinga dan hidung mereka menggunakan subang yang besar hingga terjuntai lubang telinga dan hidung mereka.</p>
<p class="MsoNormal">Raja Laut telah melintasi sebatang sungai yang mengalir di tengah-tengah lalu di panggil mereka Aik Batang Padang ataupun di kenali sebagai Sungei Batang Padang, sedangkan batang dalam bahasa Mandailing itu adalah sungei.<span> </span>Didalam perjalanan mereka ke Ulu Selangor, mereka telah menerima berita kekalahan Raja Asal di Bukit Nenas lalu mereka bekemah di Ulu Bernam/Slim menanti Raja Asal yang sedang menuju ke Negeri Perak.<span> </span>Sebelum bertemu dengan Raja Asal di Slim/Ulu Bernam maka satu persetujuan telah diadakan supaya Jabarumun/Raja Barumun di hantar mendapatkan Sutan Na poso (Sutan Puasa) yang bekubu di Ulu Langat bagi mengatur satu serangan balas ke atas Tengku Kudin dan Raja Bosu. Berikutnya Sutan N Poso tidak begitu yakin keraja Raja Asal tidak menyertai pasukan perang yang hanya di pimpin oleh Jabarumun/Raja Barumun.<span> </span>Pasukan perang tersebut telah pulang tetapi di tengah jalan mereka sempat juga menyerang orang-orang Cina di Pudu dan juga Ulu Kelang. Kedai mereka di bakar dan pembunuhan pun berlaku di kedua-dua kawasan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Raja Laut dan pengikutnya tidak mengikut Raja Asal ke Changkat Piatu, mereka telah berkampung di Air Kuning dan Banir di negeri Perak. Raja Laut meninggalkan anaknya yang sulung benama Basir Nasution atau pun lebih di kenali sebagai Syeh Basir guru agama di Air Kuning.<span> </span>Raja Laut telah kembali kepada cara hidup lamanya berulang alik di Selat Melaka sehinggalah beliau terkorban di dalam salah satu perempuran laut dengan angkatan perang Belanda di Labuahan Bilik.<span> </span>Anaknya Syeh Basir Nasution telah kembali ke Sumatera untuk mengumpulkan semula kaum keluarganya tetapi beliau tidak lagi kembali menetap di Air Kuning. Anaknya yang tua benama Ja Akob atau di kenali sebagai Jakub tinggal di Banir dan Air Kuning.</p>
<p class="MsoNormal">Raja Asal telah di terima mengadap Raja Idris iaitu putera Mahrum Teja yang berkuasa di kawasan Teja, lalu diberikan satu kawasan melombong yang luas di Changkat Piatu. Raja Asal juga telah diberikan kuasa mengutip cukai bijih timah di muara pertemuan Sungai Pinji dan Sungai Kinta. Sebuah Pengkalan mengutip cukai yang teguh telah di bina oleh Raja Asal. Oleh kerana ia sebuah pengkalan yang teguh akhirnya mengikut &#8220;telor&#8221; orang Perak lalu disebut Pengkalan Pegoh. Raja Asal juga telah membina sebuah perkampungan orang-orang Mandailing di Changkat Piatu, lalu berkumpullah sebahagian besar orang Mandailing di Changkat Piatu. Orang-orang Rawa pula di tempatkan di Gopeng di bawah pimpinan Panglima Jabarumun atau lebih di kenali sebagai Imam Perang Jabarumun.<span> </span>Isteri Raja Asal yang mengikutinya setelah tinggal di Bukit Nenas di tawan oleh tentera Pahang telah berjalan kaki mencari suaminya hingga sampai kesuatu tempat berhampiran Pusing, di sana beliau bersama pengikutnya telah berkampung sementara menanti utusan Raja Asal menjemput mereka . Kampung tersebut sehingga hari ini di kenali sebagai Siputeh. Itulah sebabnya terdapat dua tempat yang dinamakan Siputeh, masing-masing di Selangor dan di Perak.</p>
<p class="MsoNormal">Adalah diberitakan bahawa dalam tahun 1874, apabila perjanjian Pangkor termeteri maka banyaklah pembesa-pembesar Negeri Perak yang tidak puashati. Memandangkan Raja Asal ini seorang yang gagah berani dan banyak pengalamannya di dalam peperangan maka datanglah beberapa orang di antara mereka meminta campurtangan beliau (Raja Asal) untuk mengusir Inggeris dari negeri Perak.<span> </span>Raja Asal menolak permintaan mereka untuk campurtangan dalam pergolakan di Perak kerana beliau telah uzur dan letih untuk berperang sepanjang usia remaja dan dewasanya. Paktan untuk membunuh J.W.W Birch tidaklah disertainya tetapi Raja Asal telah meminjamkan hambanya Sipuntung yang sangat dipercayai sebagai tanda penyertaannya untuk membersihkan bumi ini dari campurtangan orang-orang kafir yang ditentangnya sejak beliau memeluk agama Islam.</p>
<p class="MsoNormal">Raja Asal tidak pernah menjadi Penghulu di Mukim Belanja, Penghulu Belanja yang pertama adalah Raja Bilah, iaitu anak saudara kepada Raja Asal.<span> </span>Sewaktu J.W.W Birch di bunuh pada tahun 1875 Mukim Belanja belum lagi diujudkan. Sila lihat perlantikan Raja Bilah sebagai penghulu Belanja yang pertama.<span> </span>Semasa J.W.W . Birch di bunuh Raja Asal sudah mula gering dan tidak mampu lagi mengendalikan urusan melombong ataupun mengutip cukai bagi pihak Raja Idris (Sultan Perak). Akibatnya beliau terhutang $3,000.00 kepada pihak yang berkuasa.</p>
<p class="MsoNormal">Sepanjang keadaannya gering itu Raja Bilahlah yang menguruskan semua urusan Raja Asal. Akhirnya Raja Bilah telah meminta Raja Asal menyerahkan kuasa sepenuhnya kepadanya supaya dapat beliau membayar semua hutang tersebut.<span> </span>Setelah enam bulan kuasa diserahkan kepada Raja Bilah barulah segala hutang piutang tersebut dapat diselesaikan.</p>
<p class="MsoNormal">Raja Asal dalam usia yang agak lanjut dan kesan dari kekalahan serta kegagalannya tidak lagi merupakan seorang yang aktif di dalam urusan maka itu semua urusan dikendalikan oleh Raja Bilah.<span> </span>Tuanku Raja Asal telah meninggal dunia pada 1878 dan di semadikan di Changkat Piatu di antara pertemuan Sungai Pinji dengan Sungei Kinta. Sehingga hari ini makam beliau masih tertegak megah di atas tanah perkuburn Changkat Piatu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span></span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><span style="font-size:x-small;">ASAL BATAK</span></strong></p>
<p><em><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:small;"><em> <span style="font-size:x-small;"> </span></em></span></em></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"><em><em> </em></em></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><em><em> </em></em></span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"><em><em>Keturunan keenam dari Boru Deakparujar dan Raja Odap-Odap, salah satu darinya bernama Datu Dandana Debata. Dia adalah seorang yang banyak saktinya dan menjadi Datu/Pawang di istana raja pada masa itu. Anaknya adalah keturunan ketujuh dari Boru Deakparujar bernama RAJA BATAK. Beliau juga seperti ayahnya sangat handal dan tinggi ilmu batinnya.</em></em></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><em><em> </em></em></span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"><em><em> Oleh kerana masyarakat Mandala Holing berasal dari India yang mengamalkan sistem kasta maka itu keturunan raja adalah dilarang bercampur darahnya dengan darah hamba. Pantangan ini sangat keras pada masa itu.</em></em></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><em><em> </em></em></span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;color:#000000;font-size:small;"> <span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> Ditakdirkan oleh Dewata Raya, ketua bagi segala hatoban iaitu Datu Ompung Dolom yang duduk di Sopo Godang tetapi tidak boleh bersuara kecuali menerima kerja, mempunyai seorang puteri yang sangat jelita.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;">Walaupun telah ditegah tetapi Raja Batak tetap dengan pendiriannya untuk menggauli anak Datu Ompung Dolom tersebut, hinggakan mengandung. Apabila berita tersebut diketahui oleh Raja maka perintah menangkap Raja Batak pun dikeluarkan. Namaun begitu tidak ada seorang pun yang dapat menangkap Raja Batak yang sakti itu, malah ramailah panglima yang terkorban di dalam usaha mereka untuk menangkap Raja Batak tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> Setelah habislah ikhtiar untuk menangkap Raja Batak maka Datu Dandana Debata pun dipanggil raja untuk mencuci arang di muka. Apabila raja bersungguh-sungguh meminta supaya Raja Batak dibuang maka sembah Datu Dandana Debata kepada Baginda:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> &#8220;Ampun tuanku beribu-ribu ampun, sembah patik mohon diampun, akan Raja Batak itu tidak akan ada sesiapapun yang boleh membunuhnya. Telah patik turunkan segala ilmu dan muslihat peperangan kepadanya. Lagipun tidak boleh kita menitiskan darah raja di tano handur, tano malambut, tano lulambu jati, tano padang bakkil Mandailing, tano si ogung-ogung. Sian i ma dalan tu ginjang, partuatan ni omputa, Debata na tolu suhut, na tolu sulu, na opat harajaon, tu banua tonga on&#8230;&#8230;&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;">Raja pun terdiam, lalu berjanji tidak akan membunuh Raja Batak atau menitiskan darahnya. Setelah menerima pengakuan bahawa anaknya tidak akan dibunuh atau dicederakan maka Datu Dandana Debata pun menyuruh orang membuat jala tiga warna iaitu warna putih, merah dan hitam yang menjadi warna adat dan keramat sehingga hari ini. Apabila jala tiga warna itu siap Datu Dandana Debata pun naik ke atas bumbung rumah anaknya lalu diminta orang memanggil Raja Batak keluar bermain senjata di halaman rumah. Begitu Raja Batak keluar ke halaman rumah ayahnya pun menebarkan jala tiga warna lalu terperangkaplah Raja Batak dan gugurlah segala kesaktiannya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> Sejak itulah maka semua Bagas Godang/ Istana Raja di Mandailing dilentik naik hujung                            atap rumahnya, agar tidak ada orang yang boleh menebarkan jala dari atas bumbungnya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;text-align:center;"><strong><span style="font-size:x-small;">SUMPAHAN KE ATAS RAJA BATAK</span></strong></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;">Apabila Raja Batak dihadapkan di dalam sidang adat maka ia telah dihukum buang                            daerah bersama seluruh keturunan Datu Ompung Dolom. Pada hari tersebut lalu disebutlah:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> &#8220;Hee&#8230;.kamu Siraja Batak  nyah/ pergilah kamu dari Tanah Mandailing ini sebagai orang yang hina, orang yang tidak tahu adat, orang yang degil/bendal dan orang yang kasar serta rendah martabatnya&#8230;..Kamu diusir ke sebuah pulau yang terletak di atas gunung yang dikelilingi oleh air di tanah gersang yang tiada tumbuh-tumbuhan yang subur yang terpencil dari penglihatan manusia dan binatang&#8230;.Barang ada keturunanmu hendaklah ia memulakan namanya dengan panggilan Si&#8230;..sebagai orang yang hina dari martabat yang rendah&#8230;..Tidak boleh di antara kamu memakai perhiasan dari logam kecuali daripada manik tandanya kamu dari keturunan orang yang terbuang&#8230;.Tidak boleh kamu meninggalkan pulau tersebut selama tujuh keturunan kamu, jika ada yang kemudiannya mendirikan kampung di tanah besar nanti, hendaklah dikelilingi oleh rumpun bambu supaya jelas bahawa kamu adalah dari keturunan yang hina&#8230;.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;">Begitulah kira-kiranya sumpahan ke atas Siraja Batak dan keturunannya selama tujuh generasi. Mereka telah dipisahkan dari pandangan manusia dan binatang, selama tujuh keturunan kerana kesalahan menentang adat dan raja. Oleh kerana Siraja Batak dibuang bersama seluruh anggota keluarga Datu Ompung Dolom yang merupakan ketua segala hamba maka itu kita dapati dari segi fizikal terdapat perbedaan yang sangat ketara antara Mandailing dan Batak.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;">Orang-orang Batak biasanya pendek-pendek, rambut kerinting dan kepalanya benjol                            ke belakang.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> Orang Mandailing asli agak tinggi dan tegap, rambutnya ikal mayang, kulit putih                            kemerah-merahan atau putih kuning.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> Walaupun asal usul orang Batak itu dari Tanah Mandailing tapi kedudukan mereka sebenarnya adalah keturunan Datu Ompung Dolom yang merupakan kasta rendah yang menjadi hamba di Mandala Holing iaitu Pidoli kecuali Siraja Batak itu sahajalah elemen Mandailing yang asli.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> <em><strong>Oleh yang demikian jelaslah Mandailing itu bukanlah BATAK walaupun BATAK itu                            asalnya dari Tanah Mandailing.</strong></em></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span> <span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="margin-top:0;margin-bottom:0;"><span style="font-size:x-small;"> Siraja Batak itu keturunan ketujuh kepada Boru Deakparujar lalu dibuang dan disumpah untuk tujuh keturunan maka itu orang Batak sentiasa berpegang kepada angka tujuh sebagai angka sakti dan keramat sedangkan orang Mandailing menganggap angka sembilan sebagai angka raja.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=28&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/25/sejarah-mandailing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Identitas Mandailing Sudah Hilang</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/19/identitas-mandailing-sudah-hilang/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/19/identitas-mandailing-sudah-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 16:07:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Andika Lubis
Untuk apa bertengkar, buat apa beradu pendapat tentang Mandailing, sementara orang lain saja tidak tahu. Faktanya, sekarang Mandailing itu sudah kehilangan identitas. Mandailing sekarang hanya pelengkap deretan jenis suku yang ada di Indonesia.
Tulisan dengan judul “ Tambo Raja Mandailing” yang di exspose blog ini mendapat respon dari para pembaca. Muncul ketegangan, ada perbedaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=27&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong>Oleh: Andika Lubis</strong><br />
Untuk apa bertengkar, buat apa beradu pendapat tentang Mandailing, sementara orang lain saja tidak tahu. Faktanya, sekarang Mandailing itu sudah kehilangan identitas. Mandailing sekarang hanya pelengkap deretan jenis suku yang ada di Indonesia.<br />
Tulisan dengan judul “ Tambo Raja Mandailing” yang di exspose blog ini mendapat respon dari para pembaca. Muncul ketegangan, ada perbedaan pendapat, <span> </span>sanggahan, dan terbit pula<span> </span>masukan. Hal ini terbukti, Mandailing<span> </span>mempunyai nama, derjat yang tinggi dan tentu saja mempunyai orang di dalam sukunya. Tambo, yang menjadikan sejarah Mandailing , tambo juga yang melahirkan nama Mandailing.</p>
<p>Suatu hal yang hingga kini belum bisa di jawab. Yakni, sebuah tradisi orang non Mandailing. Batak, Mandailing, Jawa, Minang, Sunda, Nias, Karo merupakan suku-suku yang berbeda <span> </span>sejarah dan adat serta bahasa yang berlainan pula. Tapi, bila orang luar menganggap, kata Mandailing tidak pernah ada. Orang Jakarta mendengar bahasa<span> </span>orang mandailing berbicara selalu memponisnya dengan orang Batak. Orang minang mendengar orang Mandailing bercerita, selalu menganggap orang itu <span> </span>Batak. Tak pernah sekalipun mereka menyebut itu orang Mandailing, bahasanya Mandailing. Sedangkan orang Batak beicara yang lain sepakat itu orang Batak, tidak berubah pula jadi Mandailing. Seperti layaknya orang Mandailing divonis jadi Batak. He..he<span id="more-27"></span></p>
<p class="MsoNormal">Melihat fakat<span> </span>yang beredar, keberadaan Mandailing itu diaanggap tidak ada oleh masyarakat non Mandailing. Suku Batak lebih popular hingga Mandailingpun menjadi Batak oleh mereka. <span> </span>Kekuatan Mandailing<span> </span>yang mayoritas beragama Islam tak bersuara,<span> </span>kalah dengan Batak. Kemenangan orang Mandailing dianggap orang luar itu kemenangan orang Batak. Mereka tidak tahu <span> </span>ada suku Mandailing, kalaupun tahu selalu menganggap Mandailing itu Batak.</p>
<p class="MsoNormal">Saya setuju apa yang dikatakan Putra Mandailing pada komentarnya, <em>“Kenapa masih ada yang mempertentangkan masalah asal usul mandailing???? Apa maksud semuanya???Toh semua silsilah yang ada di tanah tapanuli tidak ada yang bisa membuktijan secara pasti kebenarannya. termasuk penulis Tuanku Rao,”. </em></p>
<p class="MsoNormal">Karena menurut saya, <span> </span>yang menjadi dasar itu sekarang bukan asal usul, siapa kita dan dari mana kita. Yang penting sekarang, bagaimana Mandailing ini mendapat nama di tengah masyarakat. Keberadaan Mandailing itu diakui masyarakat, sehingga orang Mandailing bicara tidak disebut Batak lagi, TETAP ORANG MANDAILING. Umumnya masyarakat sebelum memponis seseorang tidak pernah bertanya dulu, budayanya<span> </span>apa, agamanya apa, sukunya apa, bahasanya apa. Tapi mereka akan memponis dengan cara melihat sepintas, ciri kecil, misalnya bahasa.</p>
<p class="MsoNormal">Orang Mandailing yang sangat baik, dermawan, sosialnya tinggi semua orang ia sayangi, setiap bertemu dengan temannya se suku <span> </span>selalu berbahasa Mandailing. Namun ketika orang lain mendengar bahasa itu,<span> </span>orang katakan “Dia orang Batak”. <span> </span>Orang tidak kenal kalau sang dermawan itu orang Mandailing, mereka tidak tahu apa yang Mandailing itu. Ujung ujungnya yang dapat nama Batak juga. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Hingga ssat ini, apa yang dilakukan orang Mandailing untuk mengembalikan identitas dirinya <span> </span>“TIDAK ADA”. Jangankan untuk meluruskan anggapan orang lain, meluruskan tebakan orang itupun <span> </span>tidak sanggup. Saya boleh katakana suku Mandailing suku yang tertindas, suku yang dimamfaatkan suku lain untuk mendongkrak nama sukunya. Sementara orang Mandailing sendiri merelakan itu. <span> </span>Mandailing dianggap tidak ada oleh masyarakat luas.</p>
<p class="MsoNormal">Disarankan, jangan kita orang mandailing selalu mempermasalahkan tambo. Yang harus dipikirkan sama-sama, bagaimana merubah pola lama, anggapan orang banyak. Mencuatkan suku Mandailing ke tengah, seperti layaknya suku Batak.</p>
<p class="MsoNormal">Kita Jangan dengki pada suku Batak, memang mereka terbukti dulu tiga langkah dari kita. Mereka bisa menguasai semuanya, bahwa opini muncul, jika dari Medan adalah orang Batak. Padahal di sana masih ada Mandailing, Tapanuli, Jawa, Karo dan lain-lain. Ini bukti, suku-suku lain khususnya Mandailing tidak pernah berbuat. Hanya mengoceh saja. Buat apa kita berteriak “Sayalah Orang Mandailing, kalau orang Jawa, Minang masih menganggap kita orang Batak,”. Sama aja boong. Ini sebagai bahan pemikiran buat kita yang merasa Mandailing, sekali lagi saya katakan, Kita orang Mandailing sudah kehilangan identitas. <span>***</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=27&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/19/identitas-mandailing-sudah-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak, Kapan Kami Merdeka???</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/16/pak-kapan-kami-merdeka/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/16/pak-kapan-kami-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 11:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Pasaman, Singgalang
Seandainya ada orang bertanya, bagaimana sih lampu listrik itu?. Masyarakat Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman akan menggelengkan kepala sambil berkata tidak tahu. Pasalnya, walau sudah menjadi kecamatan, yang namanya listrik PLN mereka belum punya.
 Apalagi ditanya masalah konseleting, jelas mereka akan bertambah bingung dan melongo. Mungkin, di kecamatan ini pula akan terlihat keaslian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=25&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pasaman, Singgalang</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><br />
</span><a href="http://duakoto.files.wordpress.com/2008/05/sangkot.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-26" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2008/05/sangkot.jpg?w=244&#038;h=300" alt="Beginilah nasib bila tak ada listrik, lampu togok atau strongkeng menjadi alternatif. Yang canggih, bertambah canggih tapi itu tak berguna bagi mereka. " width="244" height="300" /></a><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seandainya ada orang bertanya, bagaimana sih lampu listrik itu?. Masyarakat Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman akan menggelengkan kepala sambil berkata tidak tahu. Pasalnya, walau sudah menjadi kecamatan, yang namanya listrik PLN mereka belum punya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Apalagi ditanya masalah konseleting, jelas mereka akan bertambah bingung dan melongo. Mungkin, di kecamatan ini pula akan terlihat keaslian malam hari, seperti kegelapannya, suasana hening, sayup-sayup memantik api lampu togok. Sudah lama sudut negeri itu ada, selama itu pula mereka terisolasi. Negara sudah lama merdeka, tapi belum sedetikpun merdeka itu mereka rasakan.</span><span id="more-25"></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kepala Dinas Pertambangan Energi Kab. Pasaman, Rorbem Tambang kepada <em>Singgalang</em> kemarin (16/5) mengatakan, setidaknya masih ada lima kecamatan lagi di Pasaman yang masih terisolasi dari listrik PLN. Rata-rata dari lima kecamatan itu, yang sudah dialiri lis­trik baru mencapai 50 persen.<br />
“Khusus di Kecamatan Mapat Tunggul Selatan hingga saat ini 100 persen belum ada yang dimasuki listrik PLN,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Selain itu, di Kecamatan Mapat Tunggul hanya sekitar 20 persen yang teraliri listrik,<span> </span>Kec. Rao Utara masih ada 50 persen lagi yang belum, sama dengan Kec. Tigo Nagari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hal yang berlebih lagi ada di Kecamatan Dua Koto. Bukan saja jalan menuju daerah ini saja yang berliku-liku, kondisi perekono­mian di sanapun tak kalah seru liku-likunya. Sudahlah dikelilingi hutan lindung, yang potensi lainnyapun tak bisa tergarap dan masyarakat pinggir jalan raya saja yang bisa merasakan hidup dimalam hari oleh penerangan lampu listrik, bahkan itupun sering pudur.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Padahal, dikatakan Rorbem potensi di daerah yang hingga sekarang belum teraliri listrik ini sangat banyak sekali. Dinas Pertamban­gan Pasaman sendiri telah beberapa kali melakukan eksplorasi kedaerah-daerh itu, ternyata banyak ditemukan potensi yang bisa dijadikan pembangkit lisrtik, kalau pihak PLN mau memamfaat­kannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Misalnya di Kecamatan Duo Koto, beberapa waktu lalu Dinas Pertam­bangan dibantu dengan Geologi melakukan eksplorasi pada sumber mata air panas yang terletak di Pasar Cubadak, berpotensi sebagai pembangkit listrik dengan panas bumi dengan volume 50 sampai 75 mega watt, di Bonjol dengan pemamfaatan yang sama bisa membang­kitkan listrik sekitar 5 mega watt. Untuk Batang Asang bisa dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">“Cukup banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk pembangkit listrik di daerah ini,” ujarnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Namun yang mejadi masalah, potensi hanyalah potensi, yang diolah tidak juga. Diakuinya, bukan tak berniat hendak membangun potensi yang ada itu, tapi daya yang belum ada jika hanya mengandalakna pemerintah daerah. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pihak Pemda sendiri telah beberapa kali berusaha menyelamatkan masyarakat yang belum teraliri listrik itu melalui UPT, LSM dan juga mencari investor, hingga sekarang belum membuahkan hasil. “Kita berharap, ada pihak yang memperhatikan daerah ini, sedih kita bila mereka kita biarkan begitu saja,” tuturnya. <strong>Andika</strong></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=25&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/05/16/pak-kapan-kami-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2008/05/sangkot.jpg?w=244" medium="image">
			<media:title type="html">Beginilah nasib bila tak ada listrik, lampu togok atau strongkeng menjadi alternatif. Yang canggih, bertambah canggih tapi itu tak berguna bagi mereka. </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Pedesaan, Lampu Togok Menemani Wawa Menghafal</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/02/18/pembangunan-pedesaan-lampu-togok-menemani-wawa-menghafal/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/02/18/pembangunan-pedesaan-lampu-togok-menemani-wawa-menghafal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 17:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Suryandika
PASAMAN &#8211; “Ini Budi, ibu Budi pergi ke pasar, tiba di pasar ibu Budi membeli telur, telur direbus dalam kuali, kualinya hitam sekali.” Begitulah Wawa, seorang bocah lelaki kelas I SD terbata-bata belajar membaca di rumahnya malam hari bermodal penerangan hanya sebuah lampu togok (lampu minyak -red) yang telah usang. Sesekali terlihat ia menggosok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=23&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><strong>Oleh: Suryandika<br />
<a target="_blank" href="http://duakoto.files.wordpress.com/2008/02/p1320150.jpg" title="Hanya lampu togok"><img border="2" align="left" width="200" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2008/02/p1320150.jpg?w=200&#038;h=150" alt="Hanya lampu togok" height="150" /></a>PASAMAN</strong> &#8211; “<i>Ini Budi, ibu Budi pergi ke pasar, tiba di pasar ibu Budi membeli telur, telur direbus dalam kuali, kualinya hitam sekali.” </i></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Begitulah Wawa, seorang bocah lelaki kelas I SD terbata-bata belajar membaca di rumahnya malam hari bermodal penerangan hanya sebuah lampu <i>togok</i> (lampu minyak -red) yang telah usang. Sesekali terlihat ia menggosok matanya. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Ia adalah warga Desa Kampung Baru Sawah Ujung, Buah Keras, Keca­matan Dua Koto, Pasaman, sekitar 50 Km Lubuk Sikaping arah Talu.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wawa anak pasangan Abdul dan Eng ini, belajar ditemani oleh kakak-kakaknya, Nawir, Melia dan Sesi. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Kampung itu sepi. Maklum di tengah sawah. Tak terdengar apa-apa, hanya angin malam yang mendesau. Dari rumah papan, tempat mereka tinggal, membias cahaya lampu minyak. Pucuk api diayunkan angin yang masuk serampangan.<span id="more-23"></span><br />
</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wawa, sudah hafal suasana seperti itu. Jika angin masuk, ia menghambat dengan punggung telapak tangannya, agar api di lampun­ya tidak padam. Tapi, sering angin datang amat cepat. Maka padam­lah lampu minyak itu.<br />
</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wawa hidup tanpa televisi, kesehariannya adalah keseharian yang sederhana. Buku yang dibacanya adalah buku-buku ytang dipinjam dari sekolah.<br />
</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wawa sesekali menggosok matanya, karena perih karena asap hitam. Asap itu juga masuk ke lobang hidung, bahkan menempel di pipi. Ayahnya, Abdul memang punya alat penerangan lain, yaitu senter, tapi tak bisa dipakai untuk membaca, karena akan cepat menghabis­kan baterai. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Buku pelajarannya temaram di bawah sinar lampu <i>togok</i> tanpa <i>cim­porong</i> (semprong) itu. Kadang, cahanya mengecil, lalu ia memutar sumbu lewat tuas yang ada di sisi lampu.  </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sebenarnya bukan Wawa sendirian yang merasakan seperti itu, tapi juga semua anak-anak di desa ini. Tak jarang keesokan harinya di sekolah mereka ditertawakan teman-teman karena muka coreng-moreng ulah asap lampu <i>togok</i>. Namun apa daya mereka, itulah nasib. Semua itu ulah listrik yang tak ada sebagai sumber penerangan. PLN tak kunjung menghampiri kampung mereka.</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Dari perjalanan <i>Singgalang</i> Senin (18/2) siang menelusiri kampung itu tampak di depan sebuah rumah mungil berukuran 3 x 6 meter, seorang pria duduk melamun sendirian. Dia seolah begitu menikmati kepulan asap rokok kretek yang dihisapnya, hingga tak sadar terdengar suara tangisan bayi dari dalam rumah.  </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Ia Nerlip 30, satu dari puluhan warga penghuni kampung itu. Nerlip kebetulan sedang libur menyadap karet di ladangnya. Hari-hari liburnya, ia gunakan untuk melamun sendirian sambil meman­dangi hamparan sawah yang ada di depan rumahnya.  </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">“Habis mau apa lagi, cuma ini yang bisa saya lakukan bila sedang di rumah. Kami tidak punya listrik, jadi tidak bisa mendengarkan radio atau menonton televisi. Kalau siang hari beginilah kondi­sinya, tapi kalau malam hari ya gelap gulita,” ujar Nerlip kepada <i>Singgalang</i> yang menghampirinya.</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Terkait persoalan belum tersambungnya listrik di Kampung Baru Sawah Ujung itu, menurut Nerlip, sebenarnya warga sudah bolak-balik mengadukan hal itu kepada aparat di pemerintahan Jorong dan Nagari. Wali jorong kabarnya telah mengadu pula ke tingkat kabu­paten. Namun hingga kini belum juga ada solusi.  </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">“Jangankan ke kantor desa atau kecamatan, ke tingkat kabupaten pun telah mengadu. Tapi apa kenyataannya, sampai sekarang tetap saja aliran listrik tidak masuk ke kampung kami,” ujar Nerlip yang dibenarkan oleh tetangganya, Sangkot. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Hal yang sama juga dikatakan Menan. Menurutnya beberapa kali usul mereka pernah direspon. Terakhir informasinya, pihak PLN mau memasukkan listrik ke kampung itu asalkan ada sekitar 10 rumah penduduk yang menjadi pelanggan. Permintaan itu terpenuhi. Warga sudah mulai bersiap-siap menanti kehadiran listrik. “Bahkan sudah ada warga yang sudah membeli bola lampunya,” kata Menan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Namun itu tinggal janji, entah apa musabab pihak PLN tak pernah muncul lagi, janji listrik bisa masuk asal ada 10 pelanggan hilang begitu saja, tanpa penjelasan. Isu listrik akan dimasuk juga timbul pada saat masyarakat masih menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), dana bantuan tersebut nanti akan langsung dipotong guna membayar biaya pemasangan listrik. “ Namun itu hanya bohong belaka juga, jadi seolah-olah kami warga ini dipermainkan pihak PLN,” Keluh Menan yang pernah jadi kandidat wali jorong ini.  </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Miris memang melihat kondisi perkampung ini. Kesunyian malam bertambah saat melihat hanya lampu-lampu togok bersinar remang-remang di rumah-rumah penduduk. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Tak jauh dari sana,<span>  </span>di kampung sebelah yang telah teraliri listrik hanya berjarak sekitar 500 meter. Selain itu jalan menuju ke kampung tersebut sudah bisa dilalui mobil walaupun kondisi jalan masih kerikil bercampur tanah. Padahal kampung ini salah satu pusat ekonomi Jorong Harapan Rakyat, hamparan sawah yang luas ada di kawasan kampung ini. Beberapa buah Usaha Kecil Menen­gah (UKM) milik penduduk ada di sana, tapi itu semua jadi tak berkembang karena harus dikerjakan manual. Ada alatnya yang otomatis tapi tak ada penggeraknya, yakni listrik.***</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=23&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/02/18/pembangunan-pedesaan-lampu-togok-menemani-wawa-menghafal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2008/02/p1320150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hanya lampu togok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tower Telkomsel itu Sering Mati!!</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2008/01/08/tower-telkomsel-itu-sering-mati/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2008/01/08/tower-telkomsel-itu-sering-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 17:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/2008/01/08/tower-telkomsel-itu-sering-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Dua Koto&#8211;Tower pemancar telepon seluler milik Telkomsel yang terletak di Kec. Dua Koto, Kab. Pasaman sepertinya hanya sebagai tower tinggi yang mejulang bak pencakar langit. Fungsinya sebagai sentral sinyal hanphone belum maxsimal.
Sejak tower ini di operasikan, luapan gembira masyarakat sekitar tak tanggung-tanggung. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa hari, kegembiraan mereka berubah jadi kecewa. Itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=22&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;"><strong>Dua Koto&#8211;</strong></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Tower pemancar telepon seluler milik Telkomsel yang terletak di Kec. Dua Koto, Kab. Pasaman sepertinya hanya sebagai tower tinggi yang mejulang bak pencakar langit. Fungsinya sebagai sentral sinyal <i>hanphone</i> belum maxsimal.<br />
Sejak tower ini di operasikan, luapan gembira masyarakat sekitar tak tanggung-tanggung. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa hari, kegembiraan mereka berubah jadi kecewa. Itu disebabkan ser­ingnya tower telkomsel ini mati dan tidak berfungsi.<br />
Elvi salah seorang warga beberapa waktu lalu menyebutkan, satelit pemancar jaringan telkomsel ini selain jang­kauannya yang pendek juga sering mati-mati dengan alasan dari petugas disana yang tidak jelas. Yang lebih parahnya sejak<span>  </span>satu minggu terakhir. Padahal katanya kebutuhan masyarakat akan penya­lur informasi ini sangat tinggi. <span> </span>“Hidup satu hari, mati satu<span>  </span>minggu,” katanya.<span id="more-22"></span><br />
Yanti juga mengungkapkan hal yang sama. Pada umumnya masyarakat dua koto merasa kecewa kepada telkomsel yang membiarkan tower ini tetap mati, ditambah lagi jangkauan sinyalnya yang tergolong dalam radius dekat. Adapun penyebab sering matinya tower ini, para masyarakat tidak mengetahui secara persis. Namun ada kabar angin bahwa Telkomsel tidak membayar listrik sebagai pembangkit tower ini, ada juga yang<span>  </span>mengatakan diesel yang disediakan untuk cadangan pembangkit juga tidak diberi minyak. Oleh sebab itu, lumpuhlah fungsi dari TBS ini.<br />
“Jika terus begini buat apa dibangun tower itu, membuat masyara­kat berharap saja,” ujar Rijal pula yang juga pengguna jaringan telkomsel ini untuk kelancaran bisnisnya.<br />
Hal ini juga disesalkan Camat Dua Koto, Parmohonan Nasution. Menurutnya sejak pertama tower ini aktif gerak maju perekonomian masyarakat mulai terlihat. Informasi luar cepat tertangkap ke daerah ini. Counter-counter HP pun mulai bermunculan. “Namun akibat ulah tower yang sering mati ini, gejolak yang dulu terli­hat kini lesu kembali,” katanya. <b>Andika</b></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=22&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2008/01/08/tower-telkomsel-itu-sering-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Koto Dalam Realitanya</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2007/12/31/dua-koto-dalam-realitanya/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2007/12/31/dua-koto-dalam-realitanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 05:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/2007/12/31/dua-koto-dalam-realitanya/</guid>
		<description><![CDATA[Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat merupakan salah satu kecamatan yang paling banyak hutan lindungnya. Sehingga perekonomian masyarakat didaerah ini kurang begitu beruntung, begitu juga dengan perkembangan daerahnya.Daerah yang berbatasan sebelah barat dengan Kecamatan Talamau dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Panti selama ini telah terbenam ditengah kepentingan alam, disisi manapun hanya hutan lindung. 
Penduduk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=19&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><strong><img border="0" width="1" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg?w=1&#038;h=1" alt="Petani Dua Koto" height="1" />Kecama</strong><a href="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" title="Petani Dua Koto"><strong><img border="0" align="top" width="1" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg?w=1&#038;h=1" alt="Petani Dua Koto" height="1" /></strong></a><strong><img border="0" align="top" width="1" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg?w=1&#038;h=1" alt="Petani Dua Koto" height="1" /><img border="0" align="left" width="300" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Petani Dua Koto" height="200" />tan</strong> Dua Koto Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat merupakan salah satu kecamatan yang paling banyak hu<span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><a href="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" title="Petani Dua Koto"><img border="0" width="1" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg?w=1&#038;h=1" alt="Petani Dua Koto" height="1" /></a></span><img border="0" width="1" src="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg?w=1&#038;h=1" alt="Petani Dua Koto" height="1" />tan lindungnya. Sehingga perekonomian masyarakat didaerah ini kurang begitu beruntung, begitu juga dengan perkembangan daerahnya.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Daerah yang berbatasan sebelah barat dengan Kecamatan Talamau dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Panti selama ini telah terbenam ditengah kepentingan alam, disisi manapun hanya hutan lindung.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> <br />
</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Penduduk daerah ini mayoritas petani sawah. Hidup mereka yang terkenal dengan gotong royongnya menjadikan satu sama lainnya saling bahu membahu menyelesaikan persoalan di kampung masing-masing. <span> </span>Penduduk dengan 100 persen beragama Islam adalah keturunan marga namun mempunyai adat minangkabau dengan rajanya yang terkenal raja Sontang. Seorang raja asal daerah mandailing yang menikah dengan keturunan minang. Akhirnya demi menghargai raja dengan ratunya maka diambillah kesimpulan untuk hukum dan adat dipakai adat minangkabau sedangkan bahasa memakai mahasa Mandailing.<span id="more-19"></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sebagai orang dua koto soal budaya dan bahasa tidak menjadi persoalan bagi mereka. Toh itu urusan orang dulu-dulu, namun yang terpenting bagi mereka sekarang bagimana mereka bisa terangkat ke permukaan kemajuan. Di tengah era globalisasi sekarang ini kecamatan ini seolah diam ditambah dengan keterpurukannya dari kemajuan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sekian lama menjadi kecamatan sendiri sebelumnya bagian dari kecamatan Talamau, sekian lama pula pergerakan ekonomi masyarakat hanya jalan ditempat. Tidak ada kemajuan yang signifikan. Begitu juga kemajuan teknologinya, semuanya semu tidak ada yang maksimal. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sawah terbentang luas didaerah ini hanya bisa untuk mencukupi pangan bagi penduduk sendiri. Selain itu hanya kebun-kebun karet yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun sebagai penompang hidup mereka. Jari-jari kekar maupun kerdil hanya lincah memainkan pisau penyadap karet. Tidak ada pengetahuan mereka lagi selain dari mata pisau sadap itu. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bagai mana lagi sekarang????</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Peran pemerintah disini seharusnya yang megambil alihnya. Secara kasat mata memang pemerintah tidak akan pernah menemukan yang namanya kelaparan didaerah ini, karena hidup mereka yang saling tolong meolong. Namun secara detail banyak kepiluan yang terjadi disetiap individu. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Boleh ditanya, mereka mau jadi petani sejati, tapi boleh ditanya pula mereka akan lebih suka menjadi petani<span>  </span>sejati yang modern, dan mendapat perekembangan teknoligi sesuai dengan zaman. Mereka mengharap perhatian, bimbingan. Ibarat anak sekolah, daerah ini masih kelas satu, masih perlu bimbingan detail untuk bisa mereka bergerak. Butuh support yang jelas. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Saya mau tanya pemerintah Kabupaten Pasaman, bagaimana cara kita mengeluarkan kecamatan ini dari keterpurukannya????</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Tegakah kita membiarkan mereka selamanya dalam keterbelakangan zaman???<br />
Orang pintar dari daerah ini banyak yang sukses. Namun tak satupun yang mau berkiprah untuk kampungnya. Semua sombong ….angkuh memarkirkan mobil mewahnya ketika sesekali pulang kampong. Tanpa ia sadari saudaranya ternyata melarat….. <b>Andika</b></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=19&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2007/12/31/dua-koto-dalam-realitanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Petani Dua Koto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Petani Dua Koto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Petani Dua Koto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Petani Dua Koto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Petani Dua Koto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://duakoto.files.wordpress.com/2007/12/tani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Petani Dua Koto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Koto Kecamatan Termiskin di Pasaman</title>
		<link>http://duakoto.wordpress.com/2007/12/26/dua-koto-kecamatan-termiskin-di-pasaman/</link>
		<comments>http://duakoto.wordpress.com/2007/12/26/dua-koto-kecamatan-termiskin-di-pasaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 16:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>duakoto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duakoto.wordpress.com/2007/12/26/dua-koto-kecamatan-termiskin-di-pasaman/</guid>
		<description><![CDATA[Hingga saat ini di Kabupaten Pasaman, dari 12 kecamatan yang berada di daerah ini, Kecamatan Dua Koto merupakan daerah termiskin di wilayah Kabupaten Pasaman. Kemiskinan daerah ini diperparah lagi karena dari luas daerahnya umumnya lahannya Hutan Lindung (HL).  Wajah kemiskinan terasa begitu cerah di Kabupaten Pasaman, 48 persen dari 243.451 jiwa penduduk kabupaten ini terjerat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=14&subd=duakoto&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Hingga saat ini di Kabupaten Pasaman, dari 12 kecamatan yang berada di daerah ini, Kecamatan Dua Koto merupakan daerah termiskin di wilayah Kabupaten Pasaman. Kemiskinan daerah ini diperparah lagi karena dari luas daerahnya umumnya lahannya Hutan Lindung (HL).<span>  </span>Wajah kemiskinan terasa begitu cerah di Kabupaten Pasaman, 48 persen dari 243.451 jiwa penduduk kabupaten ini terjerat dalam nyayian</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">kemiskinan. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Berdasarkan catatan Kecamatan Dua Koto 51 persen warganya termasuk miskin. Sedangkan rangking kemiskinan di Kabupaten Pasaman berdasarkan data terakhir kompensasi BBM melalui Bantuan Langsung Tunia (BLT), Pasaman termiskin kedua setelah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan prosentase 48 warga Pasaman miskin. Artinya, data itu dapat disimpulkan bahwa jika ada dua orang warga Pasaman berjalan kaki, satu di antaranya adalah warga miskin.<span id="more-14"></span></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Terkuaknya Kecamatan Dua Koto selaku kecamatan termiskin, cukup mengherankan. Pasalnya, potensi alamnya sangat berlimpah. Seharusnya potensi itu bisa dijadikan bernilai ekonomis. Namun, kendalanya di wilayah itu terdapat hutan lindung yang sangat luas. Sisi lain, hutan budi daya yang dapat diolah untuk pembangunan ekonomi rakyat jumlahnya sangat kecil.</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Tak satu pun usaha yang bisa dikerjakan secara sempurna, apalagi bila hujan telah mengguyur kecamatan ini, Sebab<span>  </span>warga t idak bisa menjalankan profesinya untuk memotong karet, sebab akan berdampak fatal bagi pertumbuhan tanaman karet mereka itu.</p>
<p></span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Jika ini bisa diolah, dipastikan Kecamatan Dua Koto yang termiskin di Pasaman, bisa bangkit mensejajarkan diri dengan daerah laian. Malah sangat terbuka kemungkinan daerah ini bakal menjadi daerah termakmur dan terkaya.<span>  </span>Hal ini tentunya sebangun dengan visi misi pemerintah daerah Pasaman yakni Mensejahterakan masyarakat melalui sumber daya yang ada dengan pemerintahan yang baik. </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Boleh saja pejabat pemerintah ngomong, tak ada lagi kantong-kantong kemiskinan di daerah yang ngakunya Petrodollar. Kalau ada hanyalah akibat kemalasan dan pendidikan yang rendah. Namun, fakta tak bisa dipungkiri. Kemiskinan itu ada di mana-mana. Termasuk di daerah yang dikerubungi investor kelas kakap.</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
Hasrat masyarakat setempat terlepas dari belenggu kemiskinan begitu besar. Namun, bagaimanapun kerasnya masyarakat berupaya, tetap saja tak mampu mengangkat ketertindasan yang dirasakannya. Masa depan cerah yang terpancar di pelupuk wajah generasi muda di jorong itu, masih sebatas angan. <b>Andika</b></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duakoto.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duakoto.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duakoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duakoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duakoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duakoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duakoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duakoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duakoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duakoto.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duakoto.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duakoto.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duakoto.wordpress.com&blog=2390890&post=14&subd=duakoto&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duakoto.wordpress.com/2007/12/26/dua-koto-kecamatan-termiskin-di-pasaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/00327e4ae8dfd40ed800e42d519b071e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">duakoto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>