Banyak sejarah yang mengatakan Mandailing bukan Batak, tetapi banyak pula orang Batak yang menyanggahnya. Mereka gotot Mandailing merupakan sub bagian dari Batak.
LALU BAGAIMANA DENGAN ANDA, MANA MENURUT ANDA YANG BENAR. BATAK ATAU TIDAKKAH MANDAILING ITU????, SEBAGAI ORANG MANDAILING KITA HARUS PUNYA IDENTITAS JANGAN MAU DI PLESETKAN.
DIarsipkan di bawah: Marga
Ya Batak lah Mandailing itu, ga diragukan lagi
plasat-pleset.. otak kau saja yang sudah meleset!
Sudah jelas kali Mandailing itu 100% batak!
Assamualaikum
HORAS
Aku selalu dibilang oleh keluarga (orangtua dan sodara-sodara sekaum dan sisolkot) bahwa suku bangsa kita ini berasal dari Batak , dan juga semua suku yang berada di daerah Tapanuli, walaupun berbeda agama atau keyakinan kita adalah satu keluarga besar.
Jadi tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa Mandailing bukan bagian dari Batak. Mandailing, Toba Angkola,Sipirok,Karo atau SImalungun semuanya adalah BANGSO BATAK.
Aku dulu,sekarang dan selamanya bangga menjadi orang Batak, tepatnya Batak Mandailing
HORAS
He sobatku Gumanti Lubis
Saya tidak menyangkal kalau Mandailing itu adalah Batak. Maksudku jangan mau di plesetkan, karena opini tetang asal usul Mandailing itu sangat banyak sekali. Ada yang bilang 100 persen Mandailing itu bukan Batak, seperti yang banyak juga tersebar di internet dan pendapat dari orang Mandiling itu juga, sebagian lagi termasuk anda bilang Mandailing 100 persen Batak. Kalau demikian kenapa anda diam saja, kenapa tidak anda cekal yang bilang Mandailing itu bukan Batak. Anda sebagai orang mandailing dan merasa seharusnya mempertahankan harga diri itu, Di sini maksud saya diplesetkan, ……
mohon bantuannya, saya sedang mencari silsilah keluarga lubis, ada yang punya info tentang data tsbt? tarimo kasih
mandailing ya batak lah…
kata siapa mandailing bukan batak???
cm orang benga yg bilang mandailing bukan batak…
batak itu banyak bung…
ya salah satu nya ya mandailing lah…
kita sebagai orang batak harus bersatu bung…
mau karo,toba,mandailing atau apa lah…
pokok nya tetap satu, yaitu batak…
horas lae…
Salam,
Saya juga sedang mencari silsilah keluarga moyang saya, dikenali Pendekar Hitam yg berhijrah ke Semenanjung Tanah Melayu sekitar 300thn dulu (?). Apa benar Mandailing ada yg berdarah pendekar? Kalau ada, apa marganya?
jangan mau di bodo2 in orang eks batak yg di malaysia….
mereka2 itu adalh keturun pengecut… yg kabur ke malaysia karena suatu masalah…
ayo semua sub etnis batak bersatu… kita ganyang manusia eks batak di malaysia …
BATAK BERSATU… KARENA BATAK ITU KEREN
Horas ……
Ciek Koto ,Duo Koto, Tigo Koto,
Siapa yang kehilangan Identitas, Urus ajalah Duo Koto. Pindah ajalah ke mandailing jangan di Duo koto aja., biar tau kau secara keseluruhan Batak mandailing itu.
Mandailing = Batak.
horas.. horas….
au bangga dohot suku batak..
aku tidak ragu mengatakan mandailing itu batak
harana di toba pe adong do marga lubis, marga hasibuan, marga harahap, marga matondang, siregar,
molo nasution = (Siahaan, Simanjuntak, Pohan, Hutagaol)
ulang hita maila tu asal-usul molo masalah agama namarbeda i masalah keyakinan dei..
sasakali porlu do hita mangaligi tu daerah toba dohot manyapai halak toba asal-usul ni mandailing ulang hita ruba asal-sul ta….
inda bisa manuk di uba manjadi bebek..
sekali batak tetap batak ga akan jadi orang minang dan minahasa. atau india
aku ga malu mengatakan bahwa aku orang batak
batak itu kreeen batak itu maju..
horas mandailing .. tano batak nauli..
wassalau alaikum wr. wb katuh
batak = anjing & babi
mandailing = OK !!!
Horas juga teman2
. . .
Kalian semua boleh aja bangga dg menjadi seorang BATAK,
boleh ajja ngatain Batak itu keren,
tapi kalian juga kasihan karna pada umum nya kalian tidak tau sesungguhnya yg benar2 batak,
masa satu suku beda agama,
berarti batak yang kalian banggakan udah gag murni lagi.
Udah ada campur tangan agama yg bukan asli batak,
kalo memang batak itu keren,
buktikan kalo kalian bisa mencari tau , apa keyakinan yg asli orang batak
Horas Bayo Sati,
Masalah agama terjadi beberapa ratus tahun ini saja. Batak Toba jadi Kristen setelah 1865 (lebih kurang). Itu artinya, terjadi sekitar 150 tahun lalu. Sementara kesukuan kita sebagai Batak adalah menyangkut darah keturunan. Sebagai perbandingan: Seorang Yahudi bisa saja jadi Islam, Kristen, atheis, etc. Tapi darah mereka tetap Yahudi. Atau, Demikian juga tentang orang India, Cina, dan lain-lain. mereka bisa saja jadi agama apa, tapi darah (atau tapatnya genetiknya adalah India, Cina, dan lain-lain).
Hari ini saya bisa saja menganut agama tertentu, mungkin besok anak saya menikah dengan orang yang tidak seagama dengan saya dan anak saya mengikut kekasihnya, apa lantas anak saya bukan lagi orang Batak? Tentu saja dia orang Batak sekalipun dia Islam, Kristen, Hindu, Budha (baru-baru ini, anak perempuan saudara saya menikah dengan Cina, dia jadi agama Budha). Jadi, kebatakan yang kita bicarakan di sini bukanlah menyangkut agama, karena agama yang ada saat ini di Indonesia semuanya tidak ada yang dari Tanah Batak atau tidak ada agama asli orang Batak.
Bigitu kira-kira logika berpikirnya. Mauliate.
yang bilang:
batak = anjing & babi
mandailing = OK !!!
punya otak kayak anjing atau babi. Jadi bisa disimpilkan “bandit pasaman” itu bagaikan seekor anjing atau babi!
Mana sih otak lu? gw asal dari Padang Sidempuan selalu bangga jadi orang Batak Mandailing!
Batak itu suku,
Mandailing itu wilayah,
Toba itu wilayah,
Angkola itu wilayah,
Batak Mandailing itu sub suku Batak,
Batak Toba itu sub suku Batak,
Batak Angkola itu sub suku Batak,
Islam itu agama,
Kristen itu agama,
Ugamo Malim itu agama,
>Agama itu adalah kepercayaan masing2 orang terhadap Tuhannya.
Sapi itu hewan,
Anjing itu hewan,
Babi itu hewan,
Ayam itu hewan,
>Ada hewan yang boleh dimakan oleh suatu agama ada juga yang dilarang untuk dimakan.
Kalo ada orang yang mengatas namakan suatu agama untuk mengidentitaskan suatu suku, artinya orang itu justru tidak punya agama atau orang itu punya IQ nya rendah!
Hebat, meski berbeda persepsi harus tetap DAMAI. .
Horas
wadoh… koq ada yang kasar amat sih ngomong..
ingin memecah belah ya…
tidak bisa… karena orang sumut itu dah civilized.. kalau anda orang sumut dan masih berfikiran seperti itu, artinya anda suda sedikit tertinggal..
kejarlah ketertinggalan itu dengan berbuat baik…
geli aja gua
Kasian ada orang yg blg Mandailing bukan Batak.Itu jls2 org bodoh.Itu krn dia jd warga kls 4 di Malaysia alias kls budak di Malaysia!!!Kasian deh loooooooo!!! Makanya bertobat&kembali ke Indonesia!!!!!
Assalamu alaikum,
ulang maila,
Kalau orang yang bermukim di distric mandailing bukan suku batak, Kenapa Bahasa mandailing hampir sama dengan Bahasa Toba9Yang di klaim orang batak),dimaso Menek au di huta, inda unjung i dokon molo karisten, Batak, biasona idokon Toba, Karena Kebanyakan orang dari wilayah Toba itu Agamanya Kristen, setahu saya mereka kristen setelah raja sisingamangaraja kalah oleh belanda, jadi belanda-lah yg membuat mereka memeluk agama kristen.
Di perantauan , Pada umumnya bila disebut Batak, identik dengan Kristen, itulah yang membuat sebagian orang Mandailing menyatakan dirinya bukan orang batak, padahal dia tidak mengetahui :
Mandailing itu = Wilayah
Batak = Suku
Sama seperti di jawa:
Jawa : Suku
Yogya : Wilayah
Kedu : Wilayah
Kediri : Wilayah
Semoga wawasan anda lebih terbuka…bagi yang mengklaim orang Mandailing bukan suku batakbatak
terserah…mau dibilang apa, mandailing, toba, samosir atau apapun bentuknya, Batak ya Batak, anjing ya anjing,,,,,berarti batak=anjing.
Seseorang disebut BATAK bila :
1. Berbudaya Batak = Dalihan Natolu.
2. Darah Batak = Turunan si Raja Batak (dari ayah keatas atau dari ibu keatas). Bila anda punya salah satu saja hal diatas anda adalah Batak Tulen. dimanapun anda berada, apapun agama anda, apapun warna kulit anda.
Batak itu identik/tentang Budaya dan Genetika.
Definisi di atas adalah hasil Seminar Nasional Nilai Luhur Habatahon, pada Horas 50 Tahun Indonesia Merdeka, di JHCC Jakarta.
Si Batak, from Anjing to Kerbau
oleh Angin Petang
Gerakan Aktivis Muda Minang
http://groups.yahoo.com/group/aktivis_minang/message/6005
Seperti banyak orang minang yang tumbuh dan besar di
kampung, saya naturally tidak punya kesan dan persepsi
yang bagus tentang orang batak.
Batak adalah kafir pemakan anjing. Tentu juga makan babi,
tidak beradat, maling, perampok, mabuk, dan ujung titit
tidak dipotong, adalah hal-hal lainnya yang worth to
mention.
Tentu berbeda sekali dengan orang Minangkabau yang islami,
beradat dan santun, serta berbudaya.. Berbeda sekali
dengan orang Minang yang katanya berpendidikan dan
berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Orang batak adalah
kaum yang malang berbudaya rendah dan sayangnya juga
mantiko, menyebalkan dan berpeluang besar jadi sampah
masyarakat.
Mungkin tidak hanya saya, banyak batak sendiri yang
mencoba membangun jarak dengan kebatakan mereka. Lihatlah,
betapa mandailing, angkola, dan juga sebagian karo atau
dairi-pakpak mencoba memutuskan asosiasi dengan kebatakan
mereka. Bahkan, banyak yang terang-terangan di pantai
timur menjelma menjadi melayu.
Namun, belakangan, banyak hal-hal baru tentang orang batak
yang saya ketahui. Nggak semua batak jadi kernet bus,
banyak yang jadi sopir juga, dan sekaligus pemiliknya.
Banyak juga batak yang motong ujung tititnya, nggak makan
anjing, nggak makan celeng. Banyak batak yang rajin ke
mesjid, bernama arab, dan berjilbab ria. Banyak batak yang
mentereng, wangi, mengkilat, dan gak berjigong. Banyak
batak jadi camat, lurah, menteri, bupati, gubernur,
rektor, dan pengusaha. Banyak batak yang cantik jelita,
tampan rupawan, ganteng rumanteng.
Di Bandung, saat nyasar sekolah di jurusan dan fakultas
top di kampus yang katanya paling tob se Indonesia, saya
baru menyadari betapa banyak batak cerdas berseliweran.
Kalau minang perantauan diexcluded, surely lebih banyak si
batak pintar di kampus ini daripada si minang. Batak-batak
ini tak hanya senang bergitar, mereka juga pintar
bernyanyi bersama dalam paduan suara harmonis. Dan saya
nggak sempat lihat mereka makan anjing, malah pada rajin
ke restoran padang.
Selain berambut hitam, berjakun, dan berpantat dua, banyak
kenalan dekat batak saya yang berhati lembut, santun, dan
pemurah hati. Ingin rasanya saya menuliskan nama-nama
teman lama batak itu di sini.
The reality is… tertinggal beratus-ratus kilometer di
belakang, batak melaju kencang, dan dengan mantap menyalip
Minang yang senang berlenggak-lenggok seperti banci dengan
pantun-pantun dan ayat-ayat al quran berhahasa arab kuno
itu.
Di Jakarta, batak menyelip di antar ratusan pedagang
minang, dan menggeser pelan-pelan, bahkan mendominasi di
beberapa titik. Lebih banyak pengusaha baru sukses batak
dari pada minang. Lebih banyak insinyur berkualitas batak
dari minang. Lebih banyak eksekutif baru batak daripada
minang. Jangan ditanya pengacara, hakim dan jaksa Lebih
banyak batak jadi politikus dan birokrat daripada Minang.
O iya, ada Hatta, Sjahrir, Agus Salim, dll…iya, di abad
lalu…
Penulis dan sastrawan? Chairil Anwar, Sutan Takdir
Alisjahbana, Idris, Adinegoro, etc? Masih untung masih ada
Pak Habe dan Pak Edizal. Dan yang jelas semakin banyak
perempuan cantik lebih tergila-gila pada batak sukses,
regardless ujung titit mereka dipotong atau tidak,
daripada Padang bau rendang.
Ada beberapa nama Minang yang mencoba terseok-seok
menyaingi Batak, tapi mereka lebih minang perantauan yang
tidak terikat pada nilai-nilai primitif minang.
Yang tersisa? yang tersisa bagi orang minang adalah
keirian, setidaknya bagi minang seperti saya. Tidak
gampang mengubah perspective yang sudah built-in tentang
kaum inferior bernama batak, pemakan anjing, titit
berujung, perampok, pemabok, dan yes kafir…Yang ada adalah
keirian. Ini sangat berat bagi orang Minang, menghadapi
kenyataan menyakitkan ini.
Tapi hari demi hari, saya makin simpati pada barisan batak
ini. Saya melihat kejayaan orang Minangkabau masa lalu
pada kaum pemakan celeng ini. Cerita kesuksesan kaum
minoritas Minangkabau di masa lalu, terulang pada kaum
Batak.
Menolak adat dan kebiasaan yang tidak sesuai jaman dan
tidak produktif; belajar dan mengadopsi peradaban,
kebudayaan, dan pengetahuan baru dari Eropa atau Timur
Tengah; kritis, berani berbicara dan bertindak; membuka
mata, telinga, dan hati lebar-lebar… semuanya adalah
pondasi kesuksesan orang Minangkabau di masa lalu. Hal
yang dilupakan telak-telak oleh orang Minangkabau
sekarang, diambil alih dengan mantap oleh orang batak.
Orang minang senang meringkuk dalam tempurung adat
bersyandi syarak, dan syarak bersandi kitabullah itu.
Rajin menghapal pantun-pantun dan ayat alquran berbahasa
arab, dan berpegang padanya erat-erat, very tightly.Tidak
punya nyali dan titit untuk melangkah keluar dari
tempurung kecil berselimut sabut kelapa jamuran itu.
Setiap kali saya membaca koran, majalah, internet, dan
menonton tivi..saya seperti melihat Muhammad Hatta dengan
marga Situmorang sedang berbicara atau dibicarakan, saya
seperti melihat Sutan Sjahrir dengan marga Panggabean; M
Natsir Simbolon, M Yamin Pangaribuan, Agus Salim
Butar-Butar, Adinegoro Hutabarat, Chairil Anwar Harahap,
Sutan Takdir Alisjahbana Simanjuntak, Marah Rusli Siagian,
Rohana Kudus Napitupulu, Rasuna Said Siregar, Abdul Muis
Tobing, Tan Malaka Marpaung, Buya Hamka Pardede….
Menurut majalah Tempo, 6 dari 10 tokoh Indonesia paling
berpengaruh di abad 20 adalah kaum minoritas Minangkabau.
Quite possibly, untuk abad 21, enam dari sepuluh tokoh itu
adalah dari kaum minoritas Batak.
Nampaknya, mimpi saya untuk melihat orang Minangkabau
membangkit batang terendam, mengulangi kejayaan masa lalu
tercapai sudah, melalui kaum Batak kafir pemakan anjing
ini.
Tapi, sebaiknya saya berhenti mengasosikan Batak dengan
anjing, baiknya lah dengan kabau alias kebo. Kerbau adalah
simbol kemenangan orang Minang di masa lalu=
‘Minangkabau’. Namun, kini orang Batak jelas lebih berhak
memanggulnya…Batakkabau!
Saya berharap ada kaum Batakkabau yang menerima saya
menjadi bagiannya, dengan senang hati saya rubah suku
Sikumbang ini menjadi marga Simatupang.
—————————————
htpp://anginpetang.wordpress.com
Re: Si Batak, from Anjing to Kerbau
Oleh Sangkakala
Aktivis Muda Minang
Orang Batak… saya lumayan banyak bergaul dgn orang-orang dgn ras
ini…
Pada dasarnya sifat mereka ini kareh angok, terus terang dan dgn aksen
suara bergaung meninggi agak meletup-letup… tampang dan postur lebih
proporsional sep orang-orang eropa (jangan-jangan mereka-mereka orang
batak ini yg keturunan dari alexander yg terdampar dipulau sumatera
dan mengasingkan diri disekitar danau toba)… Toh moyang mereka
dulunya kanibalisme pemakan daging manusia dan juga penikmat anjing yg
mengingatkan saya ttg sifat eropa nazi pemakan manusia… juga doyan
tuak dgn lapo-lapo tuak dan suka ribut dgn terakhir mati konyollah
abdul azis angkat si ketua DPRD Sumatera Utara oleh orang-orang asal
dari ras ini..
Dari karakter mereka agak lebih terbuka dan sedikit punya naluri
kebinatangan seperti layaknya ras eropa yg punya energi mau menang
sendiri dgn otak encer dan suka buka suara apa adanya… coba lihat
gaya dari pengacara-pengacara papan atas kita yg terlihat garang,
juga banyak artis-artis cantik indonesia yg kawin dgn binatang-
binatang dari ras ini yg suka cumbui wanita dan terlihat jantan juga
doyan cumbui wanita.. ini memang belum sebuah kesimpulan sahih, perlu
pendalaman penelitian lebih lanjut….
Sementara orang Minang yg kabarnya bertali darah Alexander the Great,
nyatanya banyak yg berpostur rendah semampai dgn bahu bulat dan pipi
tembem, meramah-ramahkan diri, perasa, juga berbicara lemah lembut,
sedikit pelit, penuh pertimbangan, yg kalo berantem kedepankan dulu
perang mulut dan lalu lari kalo diajak berantem beneran (maaf tidak
termasuk saya yg kalo diajak bacakak ayo saja, apalagi kalo cakak
suara alias debat.. saya dah biasa)
Tapi khusus soal bacakak atau berkelahi dulunya orang Minang termasuk
salah satu suku jagoan di Nusantara, lihat perang Paderi yg sudahlah
kita dikeroyok Orang Eropa dan budak-budak afrika dgn koordinatori
oleh urang Ulando, juga dikeroyok pula oleh orang-orang senusantara
mulai dari orang jawa, bugis, ambon, dan termasuk si batak pemakan
mayat, nyatanya perang Paderi berlangung selama 24th mulai dari thn
1821 hingga 1845 walau Bonjol telah jatuh thn 1837)…. Ini bukti
mampunya orang minang dulu soal lego pagai alias perang habis-
habisan…
Sementara soal doyan perempuan, orang minang dulu memang jago, kontras
dgn minang sekarang yg berbini satu saja… dan daya Imajinasi orang-
orang dulu agak lebih unggul dabanding sekarang.. terlihat dari begitu
banyaknya pujangga-pujangga asal Minang yg berurai cerita ttg cinta
dan inisiator-inisiator asal minang yg ambil Inisiatif dalam
pergerakan kemerdekaan..
Dan ttg uang, dari dulu-dulunya orang-orang kita amat penuh kerinduan
ttg yg satu ini, sehingga banyak yg suka dagang, senang bissniss dan
berniaga.. sampai sekarang masih banyak yg berprofesi pedangang dan
bisnismen yg walau kaki limanya disapu oleh si keparat sutiyoso yg
ninik mamak orang minang se jakarta, tapi berbagai belahan pulau Jawa
lain masih ditemui banyak pedagang-pedagang asal tanah minang, dan
anehnya ada juga yg berprofesi mengandalkan lututnya bukan otaknya
yaitu tukang becak.. ini saya temui di daerah indramayu…
Tapi sayang pola bissniss sebagian besar orang Minang masih berpola
tradisional belum memakai manajemen bissniss modern… Kita lihat
pewaralaba dan franchisee asal Jawa dan Sunda lebih unggul dibanding
orang Minang.. Juga konglomerat dan pebissnis internasional asal
Indonesia malahan dipegang jawa juga dgn Sunda mulai naik, plus
pedangang-pedagang bugis juga termasuk beberapa pebisniss asal tanah
batak…
Walau demikian banyak juga orang jawa yg ngomong satu-satunya pribumi
yg bisa bersaing dgn orang cina adalah orang minang.. dan pernah
kemarin saya berdiskusi dgn pebissnis ras cina, dia akui juga orang
Minang pintar bisnis layaknya orang cina dan dia ngomong orang padang
dan orang batak kalo dagang pakai otak layaknya orang cina…
sementara orang jawa berbisnis pakai hari tangal baik, pakai susuk,
penglaris dan klenik, orang minang pakai bismillah dan perhitungan-
perhitungan otak..( saya kurang yakin juga ttg yg satu ini, orang
Minang masih pakai penglaris juga, dan malah masih juga ada yg gagal
dan pulang kembali kekampung)
Karakter orang Minang sepertinya susah bekerja sama dgn banyak orang
dan lebih suka main sendiri, kelola sendiri dan makan sendiri..ini yg
bikin bisniss orang minang susah berkambang dahsyat.. padahal untuk
maju, kita mesti juga bikin maju orang lain.. bisnis maju tersebab
daya beli orang-orang yg naik. kalau orang lain tidak maju maka tidak
ada daya beli dan bisnis orang minang tidak akan berkembang pesat..
Dan segi manajemen modern tidak dipelajari sepenuhnya dan masih
berpola bisnis gaya lama yg kekeluargaan dgn satu tangan pengelola..
padahal bisnis kalo mau besar mesti berani mendelegasikan atau
mempercayakan pada orang-orang…
Orang-orang batak yg dilihat akan mendahului orang Minang, saya kira
ini hanya sebuah kecemasan internal saja bukan realita yg
sesungguhnya… orang batak dgn marga dibelakang nama memang
memudahkan pengidentifikasian atas asal usul mereka… tapi orang ini
bukan bersifat tepo seliro atau tenggang rasa atau lamak diawak katuju
dek urang.. mereka lebih ego yg saya kira sulit untuk diterima dimana-
mana…
tetapi ngomong-ngomong sekarang amat banyak artis kita yg berasal
dari Minang saat ini…. mereka mulai dari Bunga Citra Lestari hingga
Marshanda, Olga pembanyol dan Nirina Zubir dan masih banyak lagi…
sayang sebagian mulai hidup beralih sifat lebih sekuler dibanding
lebih melayu…
Dan ttg prospek orang minang kedepannya.. nah ini yg sulit
diperkirakan.. Dari segi karakter bisa maju, tapi orang kita kurang
sekreatif pendahulu-pendahulu mereka.. dan sepertinya mulai kurang
berdaya inisiatif memulai sebuah gebrakan baru… walau ada satu dua
seperti Rizal Ramli yg calonkan diri jadi Capres Independen,
kebanyakan surut daya inisiatif mereka dan mulai berpola top down, apa
kata diatas harus dituruti…
Mental penurut mulai bersemi dalam struktur saraf orang Minang,
padahal dulunya berfalsafah diiyokan kato urang dilaluan kecek awak…
tidak ada pilihan lain selain berusaha sekreatif inovatif mungkin,
lalu mengambil inisiatif dan bikin kerjasama dgn semua orang yg
mungkin dan terapkan pola manajemen paling modern dan update.. saya
jamin kita tidak akan pernah ketinggalan kereta..
Sang
Bunderan Mangga, Indramayu
Aktivis Gerakan AKtivis Gerakan Muda Minang:
http://groups.yahoo.com/group/aktivis_minang/message/6017
Sebenarnya masalahnya bukan orang Mandailing tak mengaku sebagai orang Batak. Tapi, banyak yang merasa kampung asalnya bukan dari Toba sana. Sebab, secara logika, nenek moyang kita yang berasal dari Hindia Belakang, sudah pasti masuk ke Sumatera melalui pantai. Bisa saja dari Barus, Natal, bahkan juga Sumatera Barat. Baru kemudian mereka bergerak sampai akhirnya terdampar di Tano Batak.
Jadi, logika ini membantah legenda si Raja Batak yang dijatuhkan dewata ke daerah Pusuk Buhit itu. Sebab, kalau dia dijatuhkan ke sana sendirian, bagaimana kemudian bisa mendapatkan keturunan yang kini jumlahnya sudah cukup banyak dan menyebar ke seantero dunia. Apa nenek moyang kita kawin dengan mawas atau yang sejenisnya?
aha de i yamu langa. bujang ni inang mu sa sada. sarat na didokon munu do sude.boto hamu de langa BEKET..mirip songon muko munu..u bakar non teteng munu sasada…BUUUJAAAANG MU BUREKET
MADUNG MANGARTI DO HAMU KAN???? UBEGE HAMU SAKALI NAI MARTOKKARI…..U JAJAR BEKET NI INANG MUNU SASADA……….AU DO ON SIMANUNGKALIT
Memang dikalangan teman2 sebaya saya yang muslim di siantar selalu bilang : dia itu orang Kristen ya?.
Artinya begini : Dia itu orang Batak ya?
Teman2 sebaya saya yang muslim (tetangga saya juga) mengangap mengatakan seseorang itu orang Batak = Kasar.
Beberapa kali saya koreksi dengan mengatakan …Batak…., tetapi refleks mereka berbicara selalu mengatakan Kristen (padahal maksutnya Batak).
Yang saya perhatikan kata2 itu keluar dari tetangga saya yang selalu berada dalam kelompoknya sendiri. (teman saya sekampung di Timbanggalung yang sudah pulang dari luarnegeri tidak begitu (berubah).
Saya tinggal di Timbang Galung P Siantar (disana nama2 jalan adalah nama2 kota dari Mandailing)
assalamuallaikum, mau tanya, pakah batak karo sebelum di jajah belanda mayoritas menganut agama islam???
dan apa alasannya belanda menjajah ke batak karo dan knp harus batak karo bkn batak lainnya???
trimakasih atas jawabannya
kalo mandailing daerah (sambil lihat peta juga), koq aku belum denger orang bilang ‘aku di daerah mandailing’ ya? paling tapanuli
bingung aku??
saya nak tahu cerita tentang marga hasibuan dan hutabarat …..itupun kalau de yang sudi menolong…terima kasih….